Dampak Kenaikan Dolar Mulai Terasa di Komoditas Impor

  • 21 Mei 2026 18:37 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang – Kenaikan nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah mulai berdampak pada sejumlah komoditas impor di Kota Malang. Meski begitu, Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang memastikan kebutuhan pokok masyarakat secara umum masih dalam kondisi stabil.

Kepala Diskopindag Kota Malang, Eko Sri Yuliadi mengatakan, aktivitas ekonomi masyarakat hingga saat ini masih berjalan normal, terutama untuk kebutuhan sehari-hari yang tidak bergantung pada barang impor.

“Kalau melihat perputaran ekonomi dan kebutuhan masyarakat sampai hari ini yang tidak terkait dengan barang-barang ekspor-impor, saya kira masih normal-normal. Kebutuhan pangan dan kebutuhan pokok di Malang masih aman,” ujarnya.

Namun demikian, Eko mengakui kenaikan dolar mulai berdampak pada komoditas impor seperti kedelai. Menurutnya, harga kedelai berpotensi naik karena dipengaruhi nilai tukar mata uang.

“Kalau kedelai ini impor, pasti akan berpengaruh. Biasanya kalau satu kilo nilainya sekian, nanti pasti ada kenaikan harga,” katanya.

Ia menjelaskan, pemerintah daerah memiliki keterbatasan dalam melakukan intervensi harga terhadap komoditas impor. Karena itu, masyarakat dan pelaku usaha diminta lebih bijak dalam penggunaan bahan baku impor.

“Yang bisa kita lakukan adalah menyikapi dengan bijak penggunaan barang-barang impor. Apalagi untuk usaha seperti keripik tempe dan tempe, tentu perlu penyesuaian,” jelasnya.

Meski demikian, Eko menilai konsumsi tempe di Kota Malang masih cukup tinggi dan permintaannya tetap stabil di masyarakat.

Bahkan, ia mengaku masih rutin mengonsumsi tempe dalam menu hariannya.

“Saya malah masakan favoritnya pecel tempe,” ucapnya sambil tersenyum.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....