Unmul Latih Petani Sawit di Kukar Kembangkan Biochar dari Pelepah Sawit
- 15 Jul 2026 16:22 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Kutai Kartanegara - Kelompok Tani Mega Buana di Desa Suka Damai, Kecamatan Muara Badak, kini mulai memanfaatkan limbah pelepah kelapa sawit menjadi biochar melalui pendampingan teknologi yang dilakukan tim pengabdian masyarakat Universitas Mulawarman (Unmul). Program tersebut menjadi salah satu upaya mengurangi limbah perkebunan sekaligus menghadirkan alternatif pupuk organik bagi petani.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat yang didanai melalui Hibah BIMA Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) dengan dukungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Mulawarman.
Rangkaian kegiatan dilaksanakan melalui empat tahap, dimulai dari sosialisasi program pada 23 Mei 2026, pelatihan pembuatan biochar pada 6 Juni 2026, penerapan teknologi pirolisis menggunakan alat Drum Retort dan Disk Mill pada 8 Juli 2026, hingga pendampingan aplikasi biochar pada Selasa 14 Juli 2026.
Ketua Tim Pengabdian dari Program Studi S-1 Ilmu Lingkungan, Dina Hayati Putri, menjelaskan program ini berangkat dari fenomena melimpahnya limbah pelepah sawit yang selama ini hanya ditumpuk di gawangan mati atau bahkan dibakar.
"Kalau itu ditumpuk dan dibiarkan berpotensi meningkatkan emisi karbon. Di sisi lain, petani juga menghadapi keterbatasan pasokan pupuk kimia yang berdampak pada biaya produksi," ucap Dina, dikutip dalam rilis pers yang diterima rri.co.id, Rabu, 15 Juli 2026.
Dari luas kebun sawit mitra sekitar 42 hektare, lanjutnya, limbah pelepah segar diperkirakan mencapai 42 ton setiap bulan. Melihat banyaknya limbah yang terkumpul, Dina dan kawan-kawan pun memanfaatkannya menjadi biochar.
Sebab Dina menuturkan, biochar berbahan pelepah sawit mampu membantu memperbaiki kondisi tanah dengan menetralkan tingkat keasaman (pH) serta berpotensi meningkatkan produktivitas tanaman apabila digunakan sebagai pengganti sebagian pupuk kimia.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Mega Buana, Andi Rudi, menyambut baik pelatihan yang diberikan. Menurutnya, kemampuan mengolah limbah pelepah sawit menjadi biochar dapat membantu petani menghadapi persoalan kelangkaan pupuk yang selama ini menjadi kendala.
"Kami merasa sangat terbantu dengan adanya pelatihan pembuatan biochar ini. Harapannya, persoalan kelangkaan pupuk yang kami alami dapat teratasi," kata dia.
Selain memperkenalkan teknologi pengolahan limbah, tim pengabdian juga mendorong pembentukan Kelompok Usaha Bersama (KUB) Maju Bersama. Kelompok tersebut dibekali standar operasional produksi dan desain kemasan agar biochar hasil olahan petani memiliki nilai ekonomi dan dapat dipasarkan secara lebih luas.
Melalui program ini, petani sawit di Desa Suka Damai pun diharapkan tidak hanya mampu mengelola limbah perkebunan secara lebih ramah lingkungan, tetapi juga meningkatkan kemandirian dalam penyediaan pupuk organik sekaligus membuka peluang usaha baru berbasis hasil olahan limbah pertanian.
Adapun tim pengabdian yang diketuai oleh Dina terdiri atas dua dosen, yaitu Medi Hendra dari Program Studi S-2 Biologi dan Fenny Mariani dari Fakultas Kehutanan. Kemudian, didampingi Pranata Laboratorium Pendidikan (PLP) Grafitas Putra Hia serta lima mahasiswa, antara lain Dimas Siswa Prayoga, Gunawan Hardiyanto, Zahir Taufiq Umarah, Rio Christian, dan Jumadil.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....