Kutim Tingkatkan Luasan Sawah Baru guna Kurangi Ketergantungan Pasokan Beras
- 31 Mei 2026 21:32 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Kutai Timur - Pemerintah Kabupaten Kutai Timur terus memperluas areal persawahan sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan daerah. Hingga akhir 2025, sekitar 400 hektare sawah baru telah berhasil dicetak melalui program cetak sawah rakyat yang didukung pemerintah pusat dan sejumlah perusahaan.
Program tersebut menjadi salah satu langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan Kutai Timur terhadap pasokan beras dari luar daerah sekaligus mendorong terwujudnya swasembada pangan.
Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Kutai Timur, Bohari, mengatakan capaian tersebut merupakan bagian dari target pengembangan lahan sawah seluas 1.106 hektare yang mulai dikerjakan sejak tahun sebelumnya.
"Hingga akhir tahun lalu sudah tercetak kurang lebih 400 hektare. Memang ada beberapa kendala teknis di lapangan sehingga program dilanjutkan kembali tahun ini," kata Bohari pada Minggu 31 Mei 2026.
Saat ini pemerintah kembali melanjutkan pencetakan sawah dengan target tambahan hampir 600 hektare. Proses pengerjaan telah dimulai setelah kontrak pekerjaan ditandatangani beberapa pekan lalu.
Lahan-lahan yang dikembangkan tersebar di sejumlah kecamatan potensial seperti Bengalon, Busang, Sandaran, Susuk, Kaubun, dan Kombeng. Namun, tidak seluruh target awal dapat direalisasikan karena sebagian lokasi terkendala perizinan serta kondisi lahan yang dinilai kurang sesuai untuk budidaya padi.
Meski demikian, pemerintah daerah tetap optimistis program tersebut mampu meningkatkan produksi pangan lokal. Terlebih, Kutai Timur masih bergantung pada suplai beras dari luar wilayah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Bohari mengatakan pihaknya juga telah mengusulkan tambahan hampir 700 hektare sawah baru untuk tahun mendatang. Usulan tersebut kini masih menunggu proses verifikasi.
Menurutnya, keberhasilan program cetak sawah tidak hanya bergantung pada pembukaan lahan, tetapi juga kesinambungan budidaya yang dilakukan petani setelah lahan siap digunakan.
"Kalau program ini berjalan konsisten setiap tahun dan petani langsung menanam setelah lahan dibuka, maka perlahan target swasembada bisa dicapai," ujarnya.
Di tengah dominasi sektor perkebunan kelapa sawit, pertanian padi dinilai masih memiliki prospek yang menjanjikan. Produktivitas sawah di Kutai Timur rata-rata mencapai lebih dari 3,5 ton gabah per hektare setiap musim tanam. Bahkan, di beberapa wilayah seperti Kaubun, hasil panen dapat mendekati 6 ton per hektare.
Selain peningkatan produksi, pemerintah juga menyoroti pentingnya penyerapan hasil panen. Untuk itu, rencana pembangunan fasilitas penyimpanan dan penguatan peran Bulog di Kutai Timur terus didorong agar petani memiliki kepastian pasar.
"Kadang petani selesai panen, gabahnya belum tersalurkan. Ini yang harus kita kawal bersama agar petani tetap semangat menanam," kata Bohari.
Seiring meningkatnya produksi, beras lokal Kutai Timur kini mulai dipasarkan ke sejumlah daerah di luar kabupaten. Kondisi tersebut menjadi sinyal positif bahwa sektor pangan daerah mulai berkembang dan berpotensi menjadi penopang kemandirian pangan di masa depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....