Harga TBS Sawit Kaltim Turun akibat Pelemahan CPO

  • 06 Jun 2026 19:40 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Kalimantan Timur kembali mengalami penurunan pada periode 16–31 Mei 2026. Penurunan ini dipicu melemahnya harga crude palm oil (CPO) dan inti sawit (kernel) yang menjadi komponen utama dalam penetapan harga TBS.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perkebunan Kalimantan Timur, Ahmad Muzakkir, mengatakan tren penurunan terjadi hampir di seluruh perusahaan sumber data yang menjadi acuan tim penetapan harga sawit provinsi.

Menurut Muzakkir, melemahnya harga CPO dan kernel berdampak langsung terhadap nilai jual TBS yang diterima petani sawit, terutama petani plasma yang bermitra dengan perusahaan pemilik pabrik kelapa sawit.

"Harga TBS yang diterima petani mengikuti perkembangan harga CPO dan kernel. Ketika kedua komoditas tersebut turun, harga TBS juga ikut terkoreksi," ujarnya dalam keterangan resmi, dilansir dari laman Pemprov Kaltim Sabtu 6 Juni 2026.

Pada periode tersebut, harga rata-rata tertimbang CPO ditetapkan sebesar Rp15.188,44 per kilogram, sedangkan harga kernel berada di angka Rp14.780,48 per kilogram. Kondisi ini menyebabkan penyesuaian harga TBS di berbagai kelompok umur tanaman sawit.

Untuk tanaman berumur tiga tahun, harga TBS ditetapkan sebesar Rp3.176,62 per kilogram. Sementara umur empat tahun Rp3.277,67 per kilogram, umur lima tahun Rp3.368,00 per kilogram, dan umur enam tahun mencapai Rp3.442,01 per kilogram. Adapun harga tertinggi tercatat pada tanaman berumur 10 tahun sebesar Rp3.617,10 per kilogram.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur berharap kemitraan antara kelompok tani dan pabrik minyak sawit terus diperkuat agar harga TBS yang diterima petani tetap sesuai standar yang ditetapkan. Langkah ini dinilai penting untuk melindungi petani dari praktik permainan harga oleh tengkulak sekaligus menjaga kesejahteraan pekebun sawit di daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....