Tim Gabungan Padamkan Karhutla Dekat Islamic Center PPU dalam Waktu Kurang Sejam
- 14 Jul 2026 16:42 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Penajam Paser Utara – Tim gabungan berhasil memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di depan Masjid Islamic Center, Kelurahan Nipah-Nipah, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Selasa (14 Juli 2026). Penanganan cepat yang melibatkan berbagai instansi membuat api berhasil dikendalikan sebelum meluas ke kawasan sekitar.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara, Nurlaila, mengatakan laporan kebakaran diterima Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops BPBD) sekitar pukul 13.00 Wita. Tim kemudian langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemadaman bersama unsur terkait.
"Begitu laporan diterima, tim segera menuju lokasi dan berkoordinasi dengan seluruh stakeholder terkait agar pemadaman dapat dilakukan secepat mungkin," ujarnya.
Berdasarkan data BPBD PPU, kebakaran menghanguskan lahan seluas sekitar 0,566 hektare. Area yang terbakar didominasi lahan mineral dengan vegetasi berupa semak belukar dan pepohonan.
Proses pemadaman dilakukan secara manual serta menggunakan armada pemadam dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP), Brigade Pengendalian Kebakaran Lahan dan Kebun Dinas Pertanian, BPBD, serta mobil *water cannon* milik Polres Penajam Paser Utara.
Nurlaila menjelaskan, berkat kolaborasi seluruh unsur di lapangan, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 13.52 Wita. Tim kemudian melaksanakan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
"Saat ini kondisi di lokasi sudah padam dan berdasarkan hasil pemantauan tidak terdapat potensi munculnya titik api baru," katanya.
Penanganan karhutla tersebut melibatkan personel BPBD PPU, DPKP PPU, Brigade Karlabun Dinas Pertanian PPU, Polres PPU, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satpol PP PPU, serta aparat Kelurahan Nipah-Nipah. Sementara armada yang diterjunkan terdiri atas dua mobil pemadam DPKP, satu mobil pemadam Brigade Karlabun, tiga kendaraan operasional dan satu mobil tangki BPBD, satu unit water cannon serta dua kendaraan operasional Polres PPU, dan satu kendaraan operasional Satpol PP.
Meski luas lahan yang terbakar relatif kecil, kejadian ini menjadi pengingat bahwa potensi karhutla masih perlu diwaspadai, terutama pada musim kemarau. Kecepatan pelaporan masyarakat, koordinasi lintas instansi, dan respons cepat tim gabungan menjadi faktor penting dalam mencegah api meluas ke kawasan yang lebih luas maupun permukiman warga.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....