Gempa M 4,1 Guncang Jembrana, Terasa hingga Buleleng dan Banyuwangi
- 13 Jul 2026 20:46 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 4,1 mengguncang wilayah Kabupaten Jembrana, Bali, Senin 13 Juli 2026 malam. Getaran gempa tidak hanya dirasakan warga di Jembrana, tetapi juga mencapai Kabupaten Buleleng, Bali, hingga Banyuwangi, Jawa Timur. Meski demikian, hingga malam hari belum dilaporkan adanya kerusakan maupun korban akibat peristiwa tersebut.
Berdasarkan hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 20.06.26 WITA. Episenter gempa berada di laut pada koordinat 8,16 derajat Lintang Selatan dan 114,77 derajat Bujur Timur atau sekitar 28 kilometer timur laut Jembrana dengan kedalaman 12 kilometer.
BMKG menjelaskan, gempa tersebut tergolong gempa dangkal yang dipicu aktivitas sesar aktif di dasar laut. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa memiliki pola pergerakan turun yang dikombinasikan dengan pergerakan mendatar atau Oblique Normal Fault.
Berdasarkan laporan masyarakat, intensitas guncangan dirasakan pada skala III MMI di wilayah Jembrana dan Buleleng. Getaran juga dirasakan di Banyuwangi dengan intensitas II-III MMI, yakni dirasakan sebagian orang dan menyebabkan benda-benda ringan yang digantung bergoyang, hingga terasa seperti ada truk besar yang melintas di sekitar bangunan.
BMKG menyatakan hingga pukul 20.33 WITA belum terdeteksi adanya aktivitas gempa susulan (aftershock). Selain itu, hasil pemodelan menunjukkan gempa tektonik tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami sehingga masyarakat diimbau tidak terpancing informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah III Denpasar, Cahyo Nugroho, mengimbau masyarakat agar hanya mengacu pada informasi resmi yang dikeluarkan BMKG. Informasi tersebut dapat diakses melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi.
"Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi melalui media sosial @infoBMKG, website BMKG maupun aplikasi resmi BMKG," ujarnya.
BMKG juga mengingatkan masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Informasi perkembangan aktivitas gempa akan terus diperbarui melalui saluran resmi BMKG apabila terdapat perkembangan lebih lanjut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....