SDN 5 Pohsanten Hanya Terima Dua Siswa Baru Tahun Ini

  • 13 Jul 2026 15:21 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Negara - Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 di Kabupaten Jembrana menghadirkan cerita berbeda di SD Negeri 5 Pohsanten. Sekolah yang berada di Banjar Pasatan, Desa Pohsanten, Kecamatan Mendoyo, itu hanya menerima dua peserta didik baru pada tahun ajaran ini.

Jumlah tersebut menjadikan SDN 5 Pohsanten sebagai salah satu sekolah dasar dengan penerimaan siswa baru paling sedikit di Kabupaten Jembrana. Berdasarkan data Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Jembrana, terdapat 21 sekolah dasar yang menerima kurang dari 10 siswa baru, bahkan satu sekolah tidak memperoleh peserta didik sama sekali.

Guru SDN 5 Pohsanten, Gusti Agung Alit Ariastika, mengatakan hingga menjelang dimulainya MPLS belum ada calon siswa yang mendaftarkan diri. Baru pada hari pertama kegiatan, dua siswa laki-laki datang bersama orang tuanya untuk mengikuti MPLS sekaligus melengkapi administrasi pendaftaran.

"Awalnya belum ada pendaftar. Pada hari pertama MPLS akhirnya ada dua siswa yang datang dan resmi menjadi peserta didik baru di sekolah kami," ucapnya, Senin, 13 Juli 2026.

Menurut Alit, sekolah telah melakukan berbagai upaya untuk menarik minat masyarakat, mulai dari sosialisasi kepada warga hingga mengajak orang tua yang memiliki anak usia sekolah agar mendaftarkan putra-putrinya ke SDN 5 Pohsanten. Namun, jumlah anak usia sekolah di wilayah tersebut terus menurun.

Saat ini, total peserta didik di SDN 5 Pohsanten tercatat sebanyak 49 siswa. Rinciannya, kelas I sebanyak dua siswa, kelas II delapan siswa, kelas III empat siswa, kelas IV sepuluh siswa, kelas V dua belas siswa, dan kelas VI tiga belas siswa.

Ia menyebut penerimaan tahun ini menjadi yang terendah dibandingkan tahun sebelumnya. Pada tahun ajaran lalu, sekolah masih menerima delapan siswa baru.

"Faktor utamanya karena jumlah penduduk usia sekolah di wilayah ini semakin sedikit. Banyak warga yang merantau sehingga jumlah keluarga dengan anak usia sekolah juga ikut berkurang," katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan SD Disdikpora Jembrana, I Nyoman Koriawan, membenarkan masih adanya sejumlah sekolah dasar dengan jumlah peserta didik baru yang minim.

Ia mengatakan secara umum pelaksanaan penerimaan peserta didik baru jenjang SD berjalan lancar. Namun, kondisi demografi di beberapa wilayah menyebabkan jumlah siswa baru tidak merata antarsekolah.

Terkait kemungkinan regrouping atau penggabungan sekolah, Koriawan menjelaskan pemerintah daerah akan melakukan evaluasi berdasarkan perkembangan jumlah peserta didik dalam beberapa tahun terakhir.

"SDN 5 Pohsanten akan kami evaluasi terlebih dahulu. Apabila memenuhi kriteria regrouping, seperti jumlah siswa yang terus menurun selama beberapa tahun dan diperkirakan tidak bertambah, tentu akan ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....