Tahun Ajaran Baru, Buleleng Bakal Kembali Salurkan Bantuan Seragam Gratis
- 22 Jun 2026 09:17 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Pemerintah Kabupaten Buleleng mulai melakukan pendataan sekitar 5.600 siswa calon penerima bantuan seragam sekolah gratis untuk tahun ajaran 2026/2027. Program ini menyasar siswa dari keluarga kurang mampu sebagai upaya mendukung akses pendidikan dan menekan angka putus sekolah.
Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, mengatakan pendataan dilakukan oleh Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng. Pemerintah menargetkan bantuan dapat diterima siswa pada Juli 2026, bertepatan dengan dimulainya tahun ajaran baru.
“Program seragam gratis tetap berlanjut. Kami berharap pada Juli nanti anak-anak sudah menerima bantuan tersebut,” ujarnya.
Menurutnya, jumlah penerima tahun ini diperkirakan mencapai lebih dari 5.600 siswa, atau sedikit meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Meski demikian, kenaikan tersebut dinilai tidak terlalu signifikan.
Sutjidra menjelaskan, program ini tetap diprioritaskan bagi siswa dari keluarga kurang mampu, termasuk anak yatim piatu yang masih bersekolah dan memenuhi kriteria tidak mampu. Hal ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam pemerataan akses pendidikan.
Ia menambahkan, evaluasi sektor pendidikan masih menemukan persoalan seperti angka putus sekolah yang perlu terus ditekan. Salah satu penyebabnya adalah keterbatasan perlengkapan sekolah yang membuat sebagian siswa kurang percaya diri untuk bersekolah.
“Ada anak-anak yang malu ke sekolah karena tidak punya seragam, tas, atau sepatu. Kondisi ini yang ingin kami tangani agar mereka lebih semangat datang ke sekolah,” katanya.
Dalam program tersebut, setiap siswa penerima akan mendapatkan dua paket seragam lengkap. Untuk jenjang PAUD, bantuan mencakup seragam batik dan seragam sesuai ketentuan sekolah, serta perlengkapan lain seperti tas, sepatu, ikat pinggang, dan topi.
Pihaknya berharap program ini dapat meningkatkan motivasi belajar siswa sekaligus memastikan anak dari keluarga kurang mampu memperoleh kesempatan pendidikan yang setara.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....