Korsleting Listrik jadi Penyebab Kebakaran Hebat Kantor Bupati Bulungan

  • 25 Jun 2026 17:16 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, Tanjung Selor - Hasil penyelidikan kepolisian akhirnya mengungkap penyebab kebakaran yang melanda Gedung Kantor Bupati Bulungan.

Berdasarkan hasil investigasi dan pemeriksaan forensik, kebakaran dipastikan dipicu oleh korsleting listrik dan tidak ditemukan adanya unsur pidana maupun tindakan sabotase.

Menanggapi hasil penyelidikan tersebut, Bupati Bulungan, Syarwani, menyampaikan apresiasi kepada Polri, khususnya Polda Kaltara dan Polresta Bulungan, yang dinilainya telah bekerja cepat, profesional, dan transparan hingga penyebab kebakaran dapat dipastikan secara ilmiah.

“Pemerintah Kabupaten Bulungan menyampaikan terima kasih kepada Polri, khususnya Polda Kaltara dan Polresta Bulungan, yang telah bekerja secara profesional dalam melakukan penyelidikan sehingga penyebab kebakaran dapat diketahui secara jelas dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat,” ujar Syarwani.

Menurutnya, hasil penyelidikan tersebut tidak hanya memberikan kepastian hukum, tetapi juga menjawab berbagai spekulasi yang berkembang di tengah masyarakat sejak peristiwa kebakaran terjadi.

“Dengan adanya hasil penyelidikan ini, masyarakat mendapatkan kepastian bahwa penyebab kebakaran murni karena faktor teknis kelistrikan. Tidak ada unsur sabotase maupun tindakan pidana sebagaimana yang sempat menjadi berbagai dugaan di masyarakat,” katanya.

Syarwani menjelaskan, sejak awal pemerintah daerah sengaja menunggu hasil penyelidikan resmi dari kepolisian sebelum mengambil langkah lanjutan, termasuk melakukan penghitungan kerugian akibat kebakaran.

“Kami menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Karena itu, pemerintah daerah belum melakukan penghitungan kerugian secara resmi. Setelah hasil penyelidikan diumumkan hari ini, kami akan segera melakukan inventarisasi kerusakan dan menghitung nilai kerugian yang ditimbulkan,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa temuan penyebab kebakaran akibat korsleting listrik harus menjadi peringatan serius bagi seluruh perangkat daerah agar lebih memperhatikan kondisi instalasi listrik di setiap gedung pemerintah.

“Ini menjadi pelajaran penting bagi seluruh perangkat daerah. Pengawasan terhadap instalasi dan jaringan listrik harus dilakukan secara berkala dan lebih ketat agar potensi risiko kebakaran dapat dicegah sejak dini,” tegas Syarwani.

Sebagai langkah tindak lanjut, Pemkab Bulungan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan bangunan pemerintah, termasuk pemeriksaan kondisi instalasi listrik, perangkat pendukung keselamatan, hingga kesiapan sistem penanggulangan kebakaran.

“Kami tidak ingin kejadian seperti ini terulang kembali. Karena itu, evaluasi dan pemeriksaan terhadap instalasi listrik di seluruh aset pemerintah akan menjadi perhatian serius ke depan,” ungkapnya.

Selain itu, pemerintah daerah juga mengimbau seluruh aparatur sipil negara maupun masyarakat untuk meningkatkan kesadaran terhadap potensi bahaya kebakaran melalui langkah-langkah pencegahan sederhana namun penting.

“Keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar, segera melaporkan jika menemukan potensi bahaya kebakaran, serta mematuhi aturan keselamatan demi mencegah terjadinya musibah yang tidak diinginkan,” ujarnya.

Dengan tuntasnya proses penyelidikan, Pemkab Bulungan kini bersiap memasuki tahap pemulihan pascakebakaran, mulai dari pendataan kerusakan, penghitungan kerugian, hingga penyusunan langkah rehabilitasi fasilitas yang terdampak.

“Hasil investigasi ini menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk melangkah ke tahap berikutnya. Yang terpenting sekarang adalah memastikan proses pemulihan berjalan baik sekaligus memperkuat sistem pengamanan gedung agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang,” pungkasnya. (rln)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....