Tekan Prevalensi Stunting, Pemkab Buleleng Perkuat Intervensi Terpadu
- 25 Jun 2026 11:26 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Pemerintah Kabupaten Buleleng optimistis mampu terus menekan angka stunting melalui berbagai intervensi terpadu yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Penanganan stunting juga menjadi salah satu program prioritas pemerintah daerah selain pengendalian inflasi dan pengentasan kemiskinan ekstrem.
Wakil Bupati Buleleng yang juga selaku Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Gede Supriatna, mengatakan percepatan penurunan stunting harus menjadi perhatian bersama karena merupakan bagian dari program prioritas pemerintah pusat yang wajib dilaksanakan di daerah.
"Ketiga isu tersebut merupakan program prioritas pemerintah pusat yang wajib kita laksanakan di daerah. Karena itu, upaya percepatan penurunan stunting harus terus menjadi perhatian bersama seluruh pihak," ujarnya saat Rapat Koordinasi TPPS Kabupaten Buleleng yang digelar di Ruang Rapat Lobby Kantor Bupati Buleleng, Rabu 24 Juni 2026.
Berdasarkan hasil pendataan dan pelaporan kesehatan pemerintah daerah, prevalensi stunting di Kabupaten Buleleng pada tahun 2025 tercatat sekitar 3,35 persen. Meski terdapat perbedaan dengan data dari sumber lain, pemerintah daerah tetap berkomitmen melakukan berbagai langkah percepatan penurunan stunting.
"Apapun hasil datanya, kewajiban kita adalah terus melakukan berbagai langkah dan intervensi agar angka stunting di Kabupaten Buleleng dapat terus ditekan," katanya.
Berbagai program strategis telah dijalankan, mulai dari skrining anemia pada remaja putri, pemberian tablet tambah darah bagi remaja putri dan ibu hamil, pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil dan balita gizi kurang, pemantauan pertumbuhan balita, edukasi ASI eksklusif, hingga pelayanan tata laksana gizi buruk.
Pemerintah daerah juga mengembangkan Posko Praktik Baik sebagai wadah pendataan dan penjaringan calon pengantin melalui deteksi dini kondisi kesehatan sebelum menikah. Program tersebut melibatkan desa adat, tenaga kesehatan, Kementerian Agama, hingga Tim Pendamping Keluarga.
Selain itu, intervensi terhadap pasangan usia subur dan peningkatan kualitas sanitasi lingkungan terus dilakukan guna mencegah munculnya kasus stunting baru di Kabupaten Buleleng. Keberhasilan penurunan stunting, menurut Supriatna, membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.
"Dengan intervensi yang terpadu, kerja sama yang kuat, dan komitmen seluruh pihak, saya optimistis angka stunting di Kabupaten Buleleng dapat terus ditekan sehingga mampu melahirkan generasi yang sehat, berkualitas, dan berdaya saing," ucapnya mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....