Genting Salurkan Rp230 Juta untuk Keluarga Risiko Stunting

  • 08 Jun 2026 11:18 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda- Upaya percepatan penurunan stunting di Kota Samarinda terus diperkuat melalui Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting). Hingga awal Juni 2026, program kolaboratif tersebut telah menyalurkan bantuan senilai Rp230,84 juta kepada ratusan keluarga berisiko stunting di Kota Tepian.

Berdasarkan data Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Samarinda, sebanyak 464 keluarga masuk dalam sasaran Program Genting. Dari jumlah tersebut, 295 keluarga telah menerima berbagai bentuk bantuan yang bersumber dari dukungan para orang tua asuh dan mitra pentahelix.

Hal itu disampaikan Kepala DPPKB Kota Samarinda, drg. Deasy Evriyani, saat Kick Off Pelayanan KB dalam rangka Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026 di Gedung PKK Kota Samarinda, Senin 8 Juni 2026.

Deasy menjelaskan Program Genting merupakan gerakan gotong royong yang mempertemukan keluarga berisiko stunting dengan pihak-pihak yang memiliki kepedulian terhadap peningkatan kualitas kesehatan keluarga.

“Dari target 464 keluarga risiko stunting, saat ini sudah terealisasi 295 keluarga penerima manfaat melalui Program Genting,” ujarnya.

Tidak hanya berupa bantuan nutrisi, program tersebut juga memberikan edukasi kepada keluarga sasaran. Hingga saat ini telah tersalurkan 195 bantuan nutrisi dan 100 bantuan edukasi yang bertujuan meningkatkan pemahaman keluarga terkait pola asuh, kesehatan, dan pemenuhan gizi anak.

Menurut Deasy, keberhasilan program tersebut tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak. Tercatat sebanyak 50 mitra pentahelix ikut berpartisipasi dalam pelaksanaan Program Genting, mulai dari unsur pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, media hingga organisasi masyarakat.

Ia menilai penanganan stunting membutuhkan pendekatan yang lebih luas karena persoalannya tidak hanya berkaitan dengan kesehatan, tetapi juga kondisi sosial dan ekonomi keluarga.

“Penanganan stunting tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah. Dibutuhkan keterlibatan seluruh unsur masyarakat agar intervensi yang diberikan bisa lebih cepat dan tepat sasaran,” katanya.

Selain menyalurkan bantuan, keluarga sasaran juga mendapatkan pendampingan berkelanjutan melalui Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang tersebar di seluruh wilayah Samarinda. Pendampingan dilakukan untuk memastikan ibu hamil, ibu menyusui, balita, dan keluarga risiko stunting memperoleh akses layanan kesehatan dan edukasi yang memadai.

Deasy berharap semakin banyak pihak yang bersedia menjadi orang tua asuh sehingga cakupan penerima manfaat dapat terus bertambah. Menurutnya, semangat gotong royong menjadi salah satu kekuatan penting dalam mewujudkan generasi Samarinda yang lebih sehat dan bebas stunting.

“Kami berharap semakin banyak mitra yang terlibat sehingga lebih banyak keluarga risiko stunting yang dapat dibantu dan didampingi,” ucapnya.

Melalui Program Genting, Pemerintah Kota Samarinda tidak hanya berupaya menurunkan angka stunting, tetapi juga membangun budaya kepedulian sosial yang melibatkan seluruh elemen masyarakat dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak dari keluarga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....