Penumpang Bandara Sepinggan Turun hingga 30 Persen akibat Tiket Mahal
- 14 Jun 2026 21:59 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Balikpapan – Lonjakan harga tiket pesawat yang dipicu kenaikan harga bahan bakar pesawat (avtur) mulai berdampak pada pergerakan penumpang di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan. Jumlah penumpang harian yang sebelumnya mencapai 14 ribu hingga 15 ribu orang kini turun menjadi sekitar 9 ribu hingga 11 ribu penumpang per hari.
General Manager Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, R. Iwan Winaya Mahdar, mengatakan kenaikan harga tiket menjadi faktor utama yang menyebabkan penurunan jumlah pengguna transportasi udara dalam beberapa bulan terakhir.
Menurutnya, tiket penerbangan rute Balikpapan–Jakarta yang sebelumnya berkisar Rp1,1 juta kini naik menjadi Rp1,7 juta hingga Rp2 juta per orang.
"Ada kenaikan rata-rata Rp700 ribu sampai Rp800 ribu untuk harga tiket," ujarnya saat menjadi pembicara dalam diskusi mengenai sektor penerbangan Kalimantan Timur di tengah pelemahan nilai tukar rupiah.
Kenaikan tarif tidak hanya terjadi pada rute Balikpapan–Jakarta, tetapi juga memengaruhi sejumlah rute favorit lainnya seperti Balikpapan–Surabaya dan Balikpapan–Yogyakarta.
Iwan menjelaskan, mayoritas pengguna jasa penerbangan di Bandara Sepinggan saat ini masih didominasi pelaku perjalanan dinas dan pekerja yang memiliki mobilitas tinggi keluar masuk Balikpapan.
Sementara itu, tingginya harga tiket pesawat membuat sebagian masyarakat mulai beralih menggunakan transportasi laut. Berdasarkan informasi yang diterima pihak bandara, jumlah penumpang di sejumlah pelabuhan mengalami peningkatan sekitar 30 hingga 40 persen.
Terkait mahalnya harga tiket, Iwan menegaskan bahwa pengelola bandara tidak memiliki kewenangan dalam menentukan tarif penerbangan karena hal tersebut sepenuhnya menjadi kebijakan masing-masing maskapai.
"Untuk penetapan harga tiket adalah kewenangan maskapai. Kami dari sisi airport tidak punya kendali terkait harga tiket tersebut," katanya seperti dikutip dalam rilis Pemprov Kaltim pada Minggu 14 Juni 2026.
Ia mengungkapkan bahwa komponen avtur menyumbang sekitar 40 persen dari total biaya operasional penerbangan sehingga fluktuasi harga bahan bakar sangat memengaruhi harga tiket yang dibayarkan penumpang.
Pada Maret 2026, harga avtur tercatat sebesar Rp15.248,10 per liter. Angka tersebut kemudian melonjak menjadi Rp28.949,13 per liter pada Mei 2026 sebelum turun menjadi Rp25.966,29 per liter pada Juni 2026.
Meski menghadapi penurunan jumlah penumpang, manajemen Bandara Sepinggan tetap optimistis target pergerakan penumpang tahun 2026 dapat tercapai.
"Kami optimistis karena masih ada enam bulan ke depan. Harapannya target sebanyak 5,3 juta penumpang hingga Desember 2026 dapat tercapai," katanya.
Pihak bandara juga berharap semakin banyak kegiatan berskala nasional maupun internasional digelar di Kalimantan Timur, khususnya Balikpapan, untuk mendorong peningkatan kunjungan dan pergerakan penumpang melalui Bandara Sepinggan.
Penurunan jumlah penumpang ini menjadi gambaran nyata bagaimana kenaikan biaya operasional penerbangan berdampak langsung pada mobilitas masyarakat dan pilihan moda transportasi di Kalimantan Timur.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....