Rumah BUMN PLN Latih UMKM Tenun Pewarna Alami
- 24 Mei 2026 09:28 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Sikka – Rumah BUMN Ende di bawah naungan PLN Unit Induk Wilayah NTT menggelar pelatihan kriya bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah di Kelurahan Hewuli, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka, Kamis ,21 Mei 2026. Kegiatan itu mengusung tema Pelatihan Pewarnaan Alami Kain Tenun untuk Meningkatkan Kreativitas dan Daya Saing UMKM.
Sebanyak 30 peserta dari kelompok tenun Uli Muti Hewuli mengikuti pelatihan yang difokuskan pada pengembangan teknik pewarnaan alami kain tenun. Program tersebut menjadi bagian dari upaya peningkatan kapasitas pelaku UMKM agar mampu menghasilkan produk yang kreatif, berkualitas, dan memiliki daya saing.
Rumah BUMN menghadirkan dua instruktur, yakni Anselina Sidok dan Kristianus Pana yang selama ini aktif mendampingi pengrajin tenun ikat di Kabupaten Sikka. Pelatihan itu juga terlaksana melalui kolaborasi dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sikka.
Lurah Hewuli, Gelfidus Gonde, menyampaikan apresiasi atas perhatian Rumah BUMN PLN terhadap masyarakat setempat. Menurutnya, program tersebut tidak hanya menghadirkan penerangan secara fisik, tetapi juga membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan UMKM.
Ia mengatakan Kelurahan Hewuli memiliki potensi besar di sektor tenun ikat yang selama ini menjadi penopang utama ekonomi keluarga. Kehadiran pelatihan pewarna alami dinilai mampu menghadirkan inovasi baru yang dapat meningkatkan kualitas dan jumlah produksi tenun masyarakat.
“Dengan bekal keterampilan dasar dan ketersediaan bahan, kehadiran Rumah BUMN membawa inovasi baru yang menjadi kolaborasi ideal,” ujar Gelfidus. Ia menilai penggunaan pewarna alami dapat memperkuat identitas produk tenun sekaligus meningkatkan pendapatan keluarga pengrajin.
Menurut Gelfidus, tenun ikat bukan sekadar kain, tetapi juga bagian dari identitas budaya masyarakat Sikka yang harus dijaga keberlangsungannya. Selain ramah lingkungan, proses pewarnaan alami dinilai memiliki nilai ekonomi lebih tinggi dibandingkan pewarna sintetis.
Ia juga mendorong pengrajin mulai mengembangkan produk turunan berbahan tenun seperti tas, topi, dan dompet. Langkah itu dinilai penting agar produk pewarna alami yang memiliki harga lebih tinggi tetap dapat dijangkau pasar yang lebih luas.
Gelfidus berharap Rumah BUMN Ende dapat membantu pemasaran hasil produksi kelompok tenun di Hewuli. Selama ini, keterbatasan akses pasar masih menjadi kendala utama yang dihadapi para pengrajin.
Fasilitator Rumah BUMN PLN Ende, Albert Magnus Say, menjelaskan pelatihan tersebut bertujuan memperkenalkan teknik pewarnaan alami dengan memanfaatkan bahan yang mudah ditemukan di sekitar lingkungan masyarakat. Bahan yang digunakan antara lain daun, akar, kulit kayu, dan berbagai tumbuhan lokal lainnya.
Menurut Albert, penggunaan pewarna alami tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga memberi nilai tambah dan ciri khas pada produk tenun. Dalam pelatihan itu, peserta memperoleh materi tentang pengenalan bahan, teknik pengolahan warna, proses pencelupan kain, hingga cara menjaga kualitas warna agar tahan lama.
Peserta juga diberikan kesempatan melakukan praktik langsung untuk memahami setiap tahapan proses pewarnaan secara lebih mendalam. Albert berharap pelatihan tersebut dapat mendorong lahirnya produk tenun yang lebih inovatif dan mampu bersaing di pasar lokal maupun nasional melalui kekuatan kearifan lokal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....