STIE Karya Ruteng Gelar Bizfest III, Libatkan 50 Pelaku UMKM

  • 03 Jul 2026 13:14 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai - Festival Bizfest III yang digelar Kampus STIE Karya Ruteng resmi dibuka pada Kamis 2 Juli 2026, di halaman Kampus STIE Karya Ruteng. Festival ini berlangsung hingga 4 Juli 2026 dan diikuti sekitar 50 pelaku UMKM dari berbagai wilayah di Kabupaten Manggarai.

Pembukaan festival berlangsung meriah dan dihadiri langsung oleh Bupati Manggarai, Hery Nabit, Wakil Ketua DPRD Manggarai Tomas Tahir, pimpinan perangkat daerah, civitas akademika STIE Karya Ruteng, pelaku UMKM, mahasiswa, serta tokoh masyarakat. Kedatangan Bupati bersama rombongan disambut dengan pengalungan selendang dan tarian tiba meka sebagai bentuk penghormatan adat Manggarai.

Festival ini mengusung tema “Sehat Fisiknya, Kreatif Karyanya, Mandiri Ekonominya, Generasi Entrepreneur dari STIE Karya untuk Manggarai.” Tema tersebut menjadi refleksi semangat STIE Karya dalam mendorong lahirnya generasi muda yang sehat, kreatif, inovatif, dan mandiri secara ekonomi.

Ketua STIE Karya Ruteng, Kirenius C.C. Watang, dalam laporannya menyampaikan bahwa Bizfest III dirancang sebagai ruang kolaboratif yang menggabungkan bazar UMKM, pertunjukan seni budaya, penampilan band lokal, hingga berbagai kegiatan yang melibatkan sekolah dan kelompok masyarakat.

“Festival ini tidak hanya menjadi ruang promosi bagi produk lokal, kuliner, dan kerajinan tangan UMKM Manggarai, tetapi juga menjadi sarana membangun kreativitas, inovasi, dan jiwa kewirausahaan masyarakat, khususnya generasi muda,” ujarnya.

Selain bazar UMKM, festival juga dirangkaikan dengan Turnamen Bola Voli yang telah lebih dahulu berlangsung. Kegiatan olahraga tersebut menjadi bagian dari upaya membangun sportivitas, kreativitas intelektual, serta partisipasi masyarakat dalam kegiatan-kegiatan positif.

Kirenius menjelaskan, perpaduan antara bazar UMKM, hiburan, seni, dan olahraga sengaja dirancang untuk menciptakan pusat interaksi sosial yang mampu menarik lebih banyak pengunjung. Lebih lanjut, festval ini juga memberikan ruang bagi kaum muda untuk menampilkan bakat di bidang seni dan kreativitas, sekaligus menumbuhkan semangat kewirausahaan sejak dini melalui keterlibatan aktif dalam berbagai kegiatan festival.

Ia mengungkapkan, sebanyak 50 pelaku UMKM tercatat mendaftar sebagai peserta festival. Sebagian peserta telah menempati stan saat pembukaan berlangsung, sementara peserta lainnya dijadwalkan mengisi seluruh stan pada malam harinya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Manggarai, DPRD Kabupaten Manggarai, Yayasan Perguruan Tinggi Tunas Karya Ruteng, seluruh sponsor, panitia, serta para pelaku UMKM yang telah mendukung terselenggaranya festival tersebut.

“Kami berharap semangat kolaborasi ini tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata, tetapi terus berkembang menjadi gerakan bersama yang mampu memberikan dampak nyata bagi kemajuan ekonomi Kabupaten Manggarai di masa mendatang,” katanya.

Sementara, Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Tunas Karya (YPTTK) yang menaungi STIE Karya Ruteng, Mariyati Helsako F. Mutis, mengatakan festival ini menjadi wadah untuk mendorong kreativitas, inovasi, dan semangat kewirausahaan generasi muda, sekaligus mempromosikan potensi kuliner lokal sebagai penggerak ekonomi kreatif di Kabupaten Manggarai.

Menurutnya, festival tersebut tidak hanya menjadi ajang kuliner, tetapi juga ruang pembelajaran, pemberdayaan, dan kolaborasi bagi generasi muda.

“Hari ini kita tidak hanya membuka sebuah festival, tetapi membuka ruang kreativitas, ruang pembelajaran, ruang perjumpaan, dan ruang pemberdayaan bagi kaum muda. STIE Karya hadir untuk membentuk generasi yang kreatif, inovatif, berkarakter, dan mampu berdaya,” ujarnya.

Mariyati menegaskan bahwa STIE Karya hadir bukan sekadar sebagai lembaga pendidikan tinggi, melainkan pusat pembentukan karakter, kepemimpinan, kewirausahaan, dan kepedulian sosial yang mampu memberi kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.

Ia menilai kaum muda merupakan kekuatan utama masa depan daerah. Karena itu, kreativitas dan inovasi mereka perlu terus didorong melalui kegiatan yang memberi pengalaman nyata di dunia usaha. Menurutnya, festival ini menjadi wadah pembelajaran kewirausahaan bagi mahasiswa, mulai dari produksi, pemasaran, hingga memahami peluang pasar.

Dalam sambutannya, Bupati Manggarai Hery Nabit dalam sambutannya mengapresiasi pilihan STIE Karya Ruteng mengangkat sektor kuliner sebagai fokus festival. Menurutnya, sektor kuliner merupakan bidang usaha yang sangat potensial karena berkaitan langsung dengan perubahan gaya hidup masyarakat.

Ia menilai pertumbuhan rumah makan kecil hingga meningkatnya layanan pesan makanan secara daring menunjukkan bahwa permintaan terhadap sektor kuliner terus meningkat.

“Pilihan membuat festival kuliner seperti ini adalah pilihan yang sangat baik dan sangat tepat. Karena kebutuhan makan dan minum masyarakat akan selalu ada, bahkan terus berkembang mengikuti perubahan gaya hidup,” ujar Bupati Hery.

Menurut Bupati, ilmu ekonomi sejatinya merupakan ilmu tentang perilaku manusia. Karena itu, perubahan pola hidup masyarakat harus mampu dibaca dan ditangkap oleh dunia pendidikan, termasuk perguruan tinggi.

“Kalau perilaku manusia sedang berubah, maka ilmu ekonomi harus mampu menangkap perubahan itu dengan baik. Saya mengapresiasi STIE Karya yang mampu membaca perubahan perilaku masyarakat hari ini,” katanya.

Bupati juga menekankan pentingnya membangun generasi muda yang sehat, kreatif, dan mandiri secara ekonomi. Menurutnya, kreativitas menjadi faktor penting dalam menentukan kemajuan seseorang maupun daerah.

“Semakin kreatif seseorang, semakin besar peluang kemajuan itu datang. Tetapi jika terus bertahan dalam pola lama dan menolak menyesuaikan diri dengan perubahan, maka kemajuan akan sulit dicapai,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental generasi muda, termasuk menjauhkan diri dari penyalahgunaan narkoba agar mampu menghadapi tantangan zaman dengan baik. Bupati berharap festival tersebut terus berkembang dan menjadi agenda bergengsi di Kabupaten Manggarai pada masa mendatang, seiring berkembangnya dunia pendidikan dan perubahan pola hidup masyarakat.

Peresmian pun ditandai dengan pemukulan gong oleh Bupati Manggarai, yang kemudian dilanjutkan dengan penekanan tombol sirene sebagai simbol dimulainya rangkaian kegiatan festival. Prosesi tersebut disambut antusias oleh para peserta dan tamu undangan yang hadir.

Usai pembukaan, Ketua STIE Karya bersama Ketua YPTTK dan jajaran civitas akademika mengajak Bupati Manggarai mengunjungi stan peserta. Bupati juga berdialog dengan pelaku UMKM dan mahasiswa serta meninjau produk lokal dan hasil kreativitas yang dipamerkan dalam Bizfest III.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....