Gubernur NTT Ajak OMK Jadi Pelopor Literasi, Wirausaha, dan Agen Perubahan Bangsa
- 06 Jul 2026 14:10 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, mengajak Orang Muda Katolik (OMK) menjadi pelopor gerakan literasi, penggerak ekonomi kerakyatan, serta agen perubahan yang aktif dalam kehidupan sosial dan politik. Ajakan tersebut disampaikan saat menutup Nusra Youth Day (NYD) III di Seminari Tinggi Interdiosesan St. Petrus Ritapiret, Maumere, Kabupaten Sikka, Minggu, 5 Juli 2026.
Mengusung tema "Berjalan Bersama Membangun Bangsa dan Gereja", kegiatan ini mempertemukan ribuan OMK dari berbagai keuskupan di wilayah Nusa Tenggara sebagai wadah pembinaan iman, kepemimpinan, dan pengabdian bagi masyarakat. Dalam sambutannya, Gubernur Melki mengapresiasi Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Keuskupan Maumere, panitia, relawan, dan seluruh peserta yang telah menyukseskan penyelenggaraan NYD III.
Menurutnya, semangat persaudaraan dan kolaborasi yang terbangun selama kegiatan harus menjadi energi bagi kaum muda untuk terus berkarya di tengah masyarakat. "Saya berharap seluruh peserta kembali ke daerah masing-masing dengan semangat baru untuk terus berkarya bagi Gereja, masyarakat, dan daerahnya," ujar Gubernur.
Ia juga menegaskan bahwa orang muda tidak boleh hanya menjadi penonton pembangunan, tetapi harus hadir sebagai pelaku perubahan dengan membawa nilai-nilai Kristiani dalam kehidupan bermasyarakat, termasuk melalui keterlibatan aktif di bidang sosial dan politik. Gubernur Melki juga mengajak OMK menjadi motor penggerak budaya literasi di NTT melalui dukungan terhadap Gerakan Jam Belajar Masyarakat yang dilaksanakan setiap hari pukul 18.00–19.30 WITA.
Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia harus dimulai dari kebiasaan membaca dan belajar sejak dini. Selain itu, ia mendorong generasi muda untuk membangun kemandirian ekonomi dengan menjadi wirausahawan yang memanfaatkan potensi lokal serta berbagai program pembiayaan pemerintah, seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR). Langkah tersebut dinilai sejalan dengan program One Village One Product (OVOP), penguatan UMKM, dan perluasan akses pasar melalui NTT Mart.
Sementara itu, Perayaan Ekaristi penutupan dipimpin Uskup Labuan Bajo sekaligus Ketua Komisi Kepemudaan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Mgr. Maximus Regus, didampingi sejumlah uskup dari wilayah Nusa Tenggara. Dalam homilinya, Mgr. Maximus menegaskan bahwa berakhirnya Nusra Youth Day bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal perutusan baru bagi kaum muda untuk menjadi saksi Kristus di tengah masyarakat.
Ia mengingatkan generasi muda agar berani menghadapi tantangan, mengatasi krisis identitas, kelelahan batin, dan apatisme sosial. "Dunia tidak berubah dengan komentar di media sosial. Dunia berubah ketika orang muda turun tangan," katanya.
Ketua Koordinator Kepemudaan, Romo Dus Bone, menyebut Nusra Youth Day III menjadi momentum memperkuat persaudaraan dan komitmen kaum muda untuk terlibat aktif dalam kehidupan Gereja dan masyarakat. Pada penutupan kegiatan, Ketua Komisi Kepemudaan KWI, Mgr. Maximus Regus, turut mengumumkan bahwa Keuskupan Labuan Bajo dipercaya menjadi tuan rumah Nusra Youth Day IV pada tahun 2030.
Dengan berakhirnya NYD III, para peserta diharapkan kembali ke keuskupan masing-masing membawa semangat baru sebagai pelopor literasi, penggerak ekonomi, penjaga persaudaraan, serta agen perubahan yang menghadirkan harapan bagi Gereja, masyarakat, dan bangsa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....