Pemkab Manggarai Barat Minta Tambahan Kuota LPG jelang High Season
- 23 Mei 2026 10:08 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai Barat - Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat meminta pihak Pertamina menambah kuota Liquefied Petroleum Gas (LPG) untuk wilayah Manggarai Barat menjelang musim kunjungan wisatawan atau high season pada awal Juni 2026. Penambahan kuota dinilai penting guna mencegah kelangkaan LPG yang dapat mengganggu stabilitas sektor pariwisata di Labuan Bajo.
Permintaan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Manggarai Barat, Fransiskus Sales Sodo, saat Rapat Koordinasi LPG Non-Subsidi di Ruang Rapat Bupati Manggarai Barat, Jumat 22 Mei 2026.
“Kami mohon diberi kuota lebih banyak. Jangan sampai kelangkaan LPG ini kemudian mengganggu stabilitas pariwisata di Labuan Bajo. Kami harus memastikan pasokan benar-benar aman sebelum lonjakan wisatawan terjadi,” kata Fransiskus.
Menurutnya, langkah antisipasi perlu dilakukan sejak dini mengingat sektor pariwisata menjadi salah satu penggerak utama ekonomi di Labuan Bajo sebagai destinasi super prioritas.
Menanggapi permintaan tersebut, Sales Branch Manager PT Pertamina Patra Niaga, Muhammad Ali Uraidy, menyatakan kesiapan pihaknya untuk mendukung stabilitas pasokan energi di Manggarai Barat.
Dalam rapat yang diikuti secara daring melalui Zoom itu, ia memastikan pasokan LPG untuk wilayah Labuan Bajo akan ditingkatkan secara signifikan.
“Kami siap memberikan pasokan lebih dari dua kali lipat dari kuota sebelumnya. Penyaluran tambahan ini akan langsung didistribusikan melalui distributor resmi kami untuk wilayah Labuan Bajo,” ujar Muhammad Ali Uraidy.
Sementara itu, sejumlah agen distributor LPG yang hadir dalam rapat turut menjelaskan kendala distribusi yang selama ini berdampak pada kelangkaan LPG dan tingginya harga di pasaran.
Perwakilan PT Panji Anugerah Sejahtera (PAS), Ferdy, mengatakan keterbatasan kuota dan minimnya container khusus pengangkut LPG di Surabaya menjadi salah satu hambatan utama distribusi.
“Pengiriman LPG ini tidak bisa menggunakan container biasa. Harus container khusus yang aman, sementara persediaannya terbatas,” ungkapnya.
Hal serupa disampaikan perwakilan PT Stevanos Unggul Mandiri (SUM), Rio Seber. Ia menyebut keterbatasan armada pengangkut turut mempengaruhi kelancaran distribusi LPG ke wilayah Labuan Bajo.
Rapat koordinasi tersebut juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, Pertamina, distributor, serta pihak terkait lainnya untuk menjaga stabilitas pasokan LPG menjelang puncak kunjungan wisatawan.
Dengan adanya tambahan pasokan LPG, diharapkan pelaku industri pariwisata, mulai dari hotel, restoran hingga UMKM kuliner, dapat beroperasi tanpa khawatir terhadap kelangkaan bahan bakar.
Dalam kesempatan itu, Sekda Fransiskus menugaskan Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Manggarai Barat, Adrianus Ojo, untuk menyusun rincian kebutuhan riil LPG, baik untuk industri maupun rumah tangga.
Dirinya juga meminta agar segera diagendakan pertemuan lanjutan bersama Pertamina, agen, KSOP, Pelindo, pengusaha container, dan pihak terkait lainnya guna memastikan distribusi LPG berjalan lancar.
Turut hadir dalam rapat tersebut Asisten Administrasi Umum Pius Baut, Kepala Dinas Perhubungan Adi Gunawan, perwakilan KSOP Kelas III Labuan Bajo, PT Pelindo, jasa ekspedisi, distributor, serta sejumlah outlet penyalur LPG di Labuan Bajo.
Adapun seluruh peserta rapat sepakat menjaga stabilitas pariwisata Labuan Bajo dengan memastikan ketersediaan stok LPG tetap aman dan harga tetap wajar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....