BEE 2026 Ditutup, Buleleng Tegaskan Target Jadi Barometer Pendidikan Bali
- 23 Mei 2026 07:17 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Pemerintah Kabupaten Buleleng menegaskan komitmennya memperkuat transformasi pendidikan berbasis teknologi sekaligus memastikan pemerataan akses pendidikan hingga ke seluruh wilayah. Komitmen itu kembali ditegaskan saat penutupan Buleleng Education Expo (BEE) 2026 yang digelar di Gedung Kesenian Gedung Kesenian Gde Manik, Jumat 22 Mei 2026.
Buleleng Education Expo 2026 berlangsung selama tiga hari dan menjadi ruang bagi sekolah, guru, serta siswa untuk menampilkan berbagai inovasi pembelajaran. Mulai dari karya siswa, metode pembelajaran terbaru, hingga pemanfaatan teknologi digital ditampilkan dalam kegiatan yang diikuti berbagai jenjang pendidikan di Kabupaten Buleleng.
Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna mengatakan, BEE 2026 tidak hanya menjadi ajang pameran pendidikan, tetapi juga menunjukkan arah baru pembangunan pendidikan di Kabupaten Buleleng. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi gambaran bagaimana dunia pendidikan di daerah terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan zaman.
“BEE 2026 yang kita tutup hari ini bukanlah sekadar etalase barang atau pajangan piala. Lebih dari itu, expo ini adalah manifestasi dari pergerakan besar pendidikan kita,” ujarnya.
Selama pelaksanaan expo, pemerintah daerah melihat langsung penerapan teknologi digital di sejumlah sekolah. Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI), platform pembelajaran interaktif, hingga metode deep learning mulai diperkenalkan sebagai bagian dari penguatan sistem pembelajaran di ruang kelas.
Menurut Gede Supriatna, berbagai inovasi yang ditampilkan dalam expo harus menjadi motivasi baru bagi dunia pendidikan di Buleleng. Ia menegaskan, hasil dari kegiatan ini tidak boleh berhenti pada pameran semata, tetapi harus diterapkan secara nyata di sekolah.
“Expo ini boleh berakhir hari ini, namun api inovasi yang telah menyala di sekolah-sekolah tidak boleh padam. Apa yang kita pamerkan di sini harus menjadi standar baru dalam proses belajar mengajar di ruang-ruang kelas kita mulai besok pagi,” katanya.
Ia juga menegaskan pentingnya pemerataan kualitas pendidikan, termasuk bagi sekolah-sekolah yang berada di wilayah pinggiran dan pegunungan. Menurutnya, kemajuan pendidikan tidak boleh hanya terpusat di wilayah perkotaan, tetapi harus dirasakan merata oleh seluruh anak didik di Kabupaten Buleleng.
“Kemajuan teknologi yang ditampilkan oleh sekolah-sekolah di kota harus bisa dirasakan pula oleh sekolah-sekolah kita di wilayah Gerokgak, Tejakula, hingga Busungbiu. Keadilan akses adalah harga mati. Kita tidak ingin ada anak Buleleng yang tertinggal hanya karena kendala geografis atau fasilitas,” tegasnya.
Selain pembangunan sarana pendidikan, pemerintah daerah juga menaruh perhatian pada peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor pendidikan, khususnya para guru. Menurutnya, peran guru tetap menjadi unsur utama dalam pendidikan meskipun teknologi terus berkembang.
“Di balik canggihnya papan interaktif digital atau aplikasi pembelajaran, tetaplah sosok guru yang menjadi jantung pendidikan. Oleh karena itu, peningkatan formasi, kompetensi, serta jaminan kesejahteraan guru akan tetap menjadi prioritas agenda kerja kami,” ucapnya.
Dalam kesempatan itu, Gede Supriatna juga memberikan apresiasi kepada para siswa dan guru yang meraih prestasi selama pelaksanaan BEE 2026. Ia meminta seluruh peserta terus menjaga semangat inovasi dan kreativitas sebagai bagian dari pembentukan karakter generasi muda.
“Dunia nyata di luar sana tidak hanya menghargai piala, tetapi menghargai daya tahan, kreativitas, dan kemampuan bekerja sama dalam tim. Itulah esensi sesungguhnya dari pendidikan karakter yang kita bangun,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Buleleng Ida Bagus Gde Surya Bharata melaporkan, BEE 2026 menghadirkan 101 pementasan, 54 pameran pendidikan, talk show “1 Keluarga 1 Sarjana”, lomba Best Practice Pembelajaran, serta berbagai layanan program Disdikpora. Selama tiga hari pelaksanaan, jumlah kunjungan masyarakat mencapai sekitar 5.000 orang dan turut mendorong aktivitas ekonomi kreatif di sekitar lokasi kegiatan.
Pada penutupan kegiatan juga diumumkan pemenang lomba Best Practice Pembelajaran yang diikuti 266 peserta dari berbagai jenjang pendidikan. Dengan berakhirnya BEE 2026, Pemerintah Kabupaten Buleleng menegaskan langkah berikutnya adalah memastikan seluruh inovasi yang lahir dalam expo ini benar-benar diterapkan untuk memperkuat kualitas pendidikan di seluruh wilayah Buleleng.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....