Literasi dan Arsip Jadi Sorotan Pemkab Sikka
- 21 Mei 2026 12:08 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Sikka – Wakil Bupati Sikka, Simon Subandi Supriadi, menyoroti masih rendahnya tingkat literasi masyarakat dan pengelolaan arsip pemerintahan di Kabupaten Sikka. Sorotan itu disampaikan saat memimpin peringatan Hari Ulang Tahun Perpustakaan ke-54 dan Kearsipan ke-55 tingkat Kabupaten Sikka di halaman Kantor Bupati Sikka, Senin 18 Mei 2026.
Dalam upacara bertema “Literasi Menguat, Arsip Terawat, Sikka Maju dan Berbudaya” tersebut, Simon menegaskan literasi dan arsip tidak lagi sekadar urusan administratif. Menurutnya, kedua hal itu menjadi fondasi penting pembangunan sumber daya manusia dan tata kelola pemerintahan modern.
“Momentum ini bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi panggilan moral dan gerakan bersama untuk membangun masyarakat yang cerdas, berbudaya, tertib administrasi, dan siap menghadapi perubahan zaman,” kata Simon dalam sambutannya.
Pernyataan itu muncul di tengah masih rendahnya capaian Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Kabupaten Sikka. Data pemerintah daerah menunjukkan IPLM Sikka pada 2024 berada di angka 0,14 dan meningkat menjadi 1,48 pada 2025, namun masih masuk kategori sangat rendah.
Selain itu, Tingkat Kegemaran Membaca masyarakat Sikka tercatat berada pada angka 54 atau masih dalam kategori kurang. Kondisi tersebut dinilai berdampak langsung terhadap kualitas pendidikan, daya saing masyarakat, hingga kemampuan adaptasi terhadap perkembangan teknologi dan informasi.
Simon mengatakan perpustakaan saat ini harus berkembang menjadi pusat pembelajaran, kreativitas, dan inovasi masyarakat. Ia menilai budaya membaca dan berpikir kritis menjadi syarat utama bagi kemajuan daerah di tengah persaingan global.
“Bangsa yang maju bukan hanya bangsa yang kaya sumber daya alam, tetapi bangsa yang masyarakatnya gemar membaca, berpikir kritis, dan mencintai ilmu pengetahuan,” ujarnya.
Untuk memperkuat budaya baca, Pemerintah Kabupaten Sikka mulai menjalankan berbagai program literasi berbasis sekolah dan masyarakat melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan. Salah satunya Gerakan Gong Literasi yang membiasakan siswa SD dan SMP membaca selama 30 menit sebelum dan sesudah kegiatan belajar.
Pemerintah daerah juga mengembangkan Program Wisata Literasi dan Sains melalui Paket Wisata Literasi bagi pelajar. Program itu membawa siswa belajar langsung ke pusat pemerintahan, koperasi, UMKM, dunia usaha, dan lembaga pendidikan.
Selain itu, program “Sehari Menjadi Bupati”, “Sehari Menjadi Ketua DPRD”, serta Executive Class Literasi dan Sains turut diperkuat sebagai ruang pendidikan kepemimpinan dan demokrasi bagi pelajar. Upaya tersebut diharapkan mampu membangun karakter generasi muda yang kritis dan adaptif.
Di sektor pelayanan publik, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka mulai menerapkan Gerakan Antar dan Jemput Buku dengan slogan “Buku Dijemput, Ilmu Diantar ke Rumah”. Layanan itu menyasar lansia, penyandang disabilitas, pasien rumah sakit, penghuni rumah tahanan, hingga masyarakat di wilayah dengan keterbatasan akses bacaan.
Transformasi digital juga mulai diperkuat melalui pengembangan website Perpustakaan Umum Daerah Frans Seda dan website Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka. Pemerintah daerah turut menggandeng mahasiswa Program Studi Sistem Informasi IFTK Ledalero Maumere dan mahasiswa Teknik Informatika UNIPA Maumere untuk mendukung modernisasi layanan informasi publik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....