Literasi dalam Islam Jadi Kunci Membangun Umat yang Kuat
- 04 Jul 2026 00:35 WIB
- Ende
Poin Utama
- Literasi adalah fondasi penting dalam membangun peradaban Islam yang maju, berilmu, dan berdaya saing melalui budaya membaca dan pemahaman ilmu pengetahuan.
- Islam sejak awal menempatkan literasi sebagai bagian penting kehidupan umat, ditandai dengan perintah Iqra' (bacalah) sebagai wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW.
- Keluarga memiliki peran strategis menumbuhkan budaya literasi sejak usia dini melalui teladan membaca dan pemberian ruang bagi anak-anak mencintai ilmu pengetahuan.
RRI.CO.ID,Ende – Literasi merupakan salah satu fondasi penting dalam membangun peradaban Islam yang maju, berilmu, dan berdaya saing. Melalui budaya membaca, memahami, serta mengamalkan ilmu pengetahuan, umat Islam diharapkan mampu menghadapi berbagai tantangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai keislaman.
Hal tersebut disampaikan oleh Fathur Rachman Ola, S.Sos, Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kabupaten Ende, dalam program Mimbar Agama Islam yang disiarkan pada Jumat,3 Juli 2026. Mengangkat tema "Literasi dalam Islam, Kunci Kuatnya Umat", ia menegaskan bahwa literasi bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan memahami, mengolah, serta memanfaatkan informasi secara bijaksana.
Menurutnya, Islam sejak awal telah menempatkan literasi sebagai bagian penting dalam kehidupan umat. Hal itu ditandai dengan turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW melalui perintah Iqra' yang berarti "bacalah". Perintah tersebut menjadi isyarat bahwa membangun peradaban harus dimulai dengan ilmu pengetahuan.
"Budaya literasi merupakan jalan untuk melahirkan generasi yang cerdas, kritis, berakhlak mulia, dan mampu memberikan solusi terhadap berbagai persoalan kehidupan," ujarnya. Fathur menjelaskan, masyarakat yang memiliki budaya literasi yang baik akan lebih mampu menyaring informasi, terhindar dari penyebaran berita bohong atau hoaks, serta lebih bijaksana dalam menggunakan media digital yang berkembang sangat pesat saat ini.
Ia juga mengajak umat Islam, khususnya generasi muda, untuk membiasakan diri membaca Al-Qur'an, memahami kandungannya, memperkaya wawasan melalui buku-buku yang bermanfaat, serta terus belajar sepanjang hayat. Menurutnya, semangat mencari ilmu merupakan bagian dari ajaran Islam yang harus terus dijaga.
Selain itu, keluarga memiliki peran strategis dalam menumbuhkan budaya literasi sejak usia dini. Orang tua diharapkan menjadi teladan dengan menghadirkan kebiasaan membaca di rumah dan memberikan ruang bagi anak-anak untuk mencintai ilmu pengetahuan.
Dalam kesempatan tersebut, Fathur menekankan bahwa kemajuan suatu bangsa maupun umat sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusianya. Karena itu, memperkuat budaya literasi merupakan investasi jangka panjang untuk melahirkan generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlak.
Ia berharap program-program literasi dapat terus didorong melalui sinergi antara keluarga, lembaga pendidikan, pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat sehingga lahir umat Islam yang mampu menjawab tantangan global tanpa meninggalkan nilai-nilai Al-Qur'an dan Sunnah.
Melalui tema "Literasi dalam Islam, Kunci Kuatnya Umat", masyarakat diingatkan bahwa membaca, belajar, dan mengamalkan ilmu merupakan ibadah yang akan membawa kemajuan bagi individu, keluarga, maupun bangsa. Dengan memperkuat budaya literasi, umat Islam diharapkan semakin kokoh dalam iman, luas dalam wawasan, serta mampu menjadi rahmat bagi sesama.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....