SPAB Dorong Terbentuknya Generasi Tangguh Bencana di Buleleng
- 06 Mei 2026 14:30 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) terus didorong sebagai upaya membangun budaya tangguh bencana sejak dini, khususnya di lingkungan sekolah. Program ini dinilai mampu meningkatkan kesiapsiagaan siswa dalam menghadapi berbagai potensi bencana yang kerap terjadi di wilayah Buleleng.
Staf Pelayanan PMI sekaligus Fasilitator SPAB, Daud Puji Raharjo dalam Dialog Kentongan Pro 1 RRI Singaraja, Selasa,5 Mei 2026 menjelaskan bahwa penerapan SPAB di sekolah bertujuan memberikan pemahaman dasar kepada siswa terkait langkah yang harus dilakukan saat terjadi bencana.
“Kenapa kita sasar sekolah, karena siswa itu perlu tahu kalau terjadi kegawatdaruratan mereka harus menuju ke mana dan apa yang harus dilakukan sejak awal,” kata Daud.
Ia menambahkan, melalui penerapan tiga pilar utama SPAB, yakni fasilitas aman, manajemen bencana, serta edukasi berkelanjutan, sekolah diharapkan mampu menciptakan sistem kesiapsiagaan yang terstruktur dan berkelanjutan.
Sementara itu, Dosen Keperawatan Bencana dan Gawat Darurat, Ns. Made Martini, S. Kep., M. Kep., turut hadir dalam Dialog Kentongan Pro 1 RRI Singaraja, Selasa,5 Mei 2026 menekankan bahwa sekolah menjadi ruang strategis dalam membentuk kesadaran dan budaya tangguh bencana.
“Sekolah ini merupakan ruang di mana kita bisa memberikan pembelajaran melalui banyak hal, termasuk meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan terhadap bencana,” kata Martini.
Menurutnya, melalui pendekatan edukasi yang terintegrasi, siswa dapat memahami mitigasi bencana sejak dini dan membentuk perilaku yang lebih siap dalam menghadapi situasi darurat.
Dengan kolaborasi antara sekolah, PMI, dan dunia pendidikan, program SPAB diharapkan dapat melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga tangguh dalam menghadapi situasi darurat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....