Perekonomian Sumbar Triwulan I Tumbuh 5,02 Persen
- 05 Mei 2026 15:24 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat (Sumbar) mencatat, Perekonomian di daerah ini pada triwulan I-2026 terhadap triwulan I-2025 mengalami pertumbuhan sebesar 5,02 persen (yoy). Pertumbuhan ekonomi terjadi hampir pada semua lapangan usaha, kecuali Pengadaan Listrik dan Gas.
Kepala BPS Sumbar, Nurul Hasanudin mengatakan, lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan signifikan pada Triwulan I 2026 yakni, Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar 17,77 persen, diikuti Jasa lainnya sebesar 9,10 persen, serta Jasa Keuangan sebesar 7,94 persen. Berdasarkan struktur Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) menurut lapangan usaha, perekonomian Sumbar pada periode dimaksud didominasi oleh Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar 22,03 persen, diikuti oleh Usaha Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar 16,84 persen.
“Pertumbuhan ekonomi Sumbar pada Triwulan I 2026 tumbuh di atas 5 persen, namun masih di bawah angka nasional sebesar 5,6 persen. Hal ini didorong oleh rehabilitasi infrastruktur pascabencana dan peningkatan indeks konsumsi rumah tangga,” katanya, Selasa, 5 Mei 2026.
Hasan menjelaskan, dari sisi pengeluaran, Komponen Impor Barang dan Jasa mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 20,14 persen. “Ini terlihat dari menguatnya impor barang modal dan proyek pascabencana, sementara ekspor jasa masih lesu, namun terdorong lewat peningkatan komoditas unggulan ke pangsa luar negeri, terutama CPO dan Gambir,” ujarnya.
Perekonomian Sumbar pada Triwulan I 2026 ini berkontribusi terhadap PDRB pulau Sumatera mencapai 6,83 persen. “Disaat provinsi lain di pulau Sumatera pada triwulan ini mengalami kontraksi, namun Sumbar mampu tumbuh lebih baik, hal ini dikarenakan banyaknya infrastruktur akses antar wilayah pulih lebih cepat,” kata Hasan.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumbar, Mohamad Abdul Majid Ikram mengatakan, mendorong peran lebih dari pemerintah kabupaten/kota terus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, selain menjaga pertumbuhan pada sektor akomodasi, makanan dan minuman, pemerintah daerah diminta untuk mendorong pembangunan infrastruktur akses antar wilayah.
“Kami bersyukur dengan terjaganya pertumbuh ekonomi ini, kedepan kami berharap agar pemerintah provinsi, kabupaten dan kota terus menjaga ritme pertumbuhan yang cukup tinggi ini. Namun, yang harus diperhatikan adalah percepatan pembangunan proyek fisik, terutama di Sitinjau Lauik, transportasi dan koneksivitas antar wilayah harus didorong,” ujarnya.
Majid menambahkan, penguatan sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan sektor keuangan menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan pertumbuhan ekonomi Sumbar ke depan. Selain itu, upaya peningkatan daya saing produk unggulan daerah, perluasan akses pasar, serta pengendalian inflasi yang stabil diharapkan mampu mendorong pertumbuhan yang lebih inklusif dan merata di seluruh wilayah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....