Festival Pangan Lokal FEAST! Dorong Ketahanan Pangan Berkelanjutan di Mabar
- 05 Mei 2026 11:15 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai Barat - Potensi pangan lokal di Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) dinilai besar dalam mendukung ketahanan pangan berkelanjutan, namun pemanfaatannya masih menghadapi berbagai tantangan. Rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keragaman pangan lokal serta keterbatasan akses pasar menjadi hambatan utama dalam pengembangan pangan ramah lingkungan berbasis lokal.
Menjawab tantangan tersebut, program FEAST! (Flores Empowerment for Agricultural Sustainability and Transformation) menggelar Festival Pangan Lokal di Taman Goa Batu Cermin, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, Senin 4 Mei 2026. Kegiatan ini mempertemukan petani lokal dari berbagai wilayah di Flores dengan masyarakat umum, wisatawan, pemerintah daerah, pelaku UMKM, serta komunitas pangan lokal.
Festival ini menjadi ruang promosi sekaligus edukasi bagi masyarakat mengenai ragam pangan lokal yang tumbuh di sekitar mereka. Kelompok tani dampingan FEAST! dari lima desa di Manggarai Barat bersama UMKM lokal hadir melalui booth Pasar Tani untuk memamerkan dan menjual hasil kebun serta olahan pangan mereka secara langsung.
Project Manager FEAST!, Ririn Leba, menjelaskan bahwa program FEAST! tidak hanya berfokus pada kegiatan festival, tetapi juga pendampingan jangka panjang di desa-desa.
“FEAST! fokus pada dua aspek penting, yaitu pertanian berkelanjutan dan kesehatan, khususnya gizi keluarga petani di Flores,” ujarnya.
Program FEAST! sendiri telah berjalan sejak Januari 2025 di delapan kabupaten di Flores dan akan berlangsung hingga Februari 2028. Dalam kurun waktu tersebut, FEAST! menargetkan pendampingan bagi 1.000 petani, dengan fokus awal pada lima desa dampingan yang turut terlibat dalam festival ini.
Sementara itu, Wakil Bupati Manggarai Barat, Yulianus Weng, menyampaikan bahwa sektor pariwisata yang berkembang pesat di daerahnya seharusnya dapat menjadi peluang besar bagi petani lokal.
“Tantangannya adalah jumlah wisatawan yang tinggi, namun pemanfaatan potensi pangan sebagian besar belum berasal dari petani lokal Manggarai Barat,” katanya.
Dirinya juga menekankan pentingnya memperkuat posisi produk pangan lokal agar dapat berperan lebih besar dalam mendukung sektor pariwisata daerah.
Selain itu, Kepala Bappeda Manggarai Barat, Peter A. Rasyid, menyoroti perlunya strategi kebijakan yang mendukung distribusi pangan lokal secara efektif, mulai dari kebun hingga ke tangan masyarakat.
“Saat ini ada upaya menggandeng berbagai pihak untuk meningkatkan keragaman pangan di Manggarai Barat,” ungkapnya.
Festival ini juga mendapat apresiasi dari pegiat komunitas tani lokal, Lab Tani Bajo. Sony, salah satu pegiatnya, menilai festival ini menjadi wadah strategis untuk mempertemukan petani bahan baku dengan pelaku UMKM secara langsung.
“Kegiatan ini menghadirkan UMKM yang sudah berkembang sekaligus petani dampingan yang menyediakan bahan dasar. Ini membuka peluang pertukaran sumber daya secara langsung,” ujarnya.
Selain pameran produk, festival juga menghadirkan sesi edukatif seperti demo masak “Icip Pangan Lokal” yang menampilkan olahan tradisional khas Flores, seperti songkol dan tapa kolo, yang dipandu oleh Kelompok Prima Tani Desa Golo Bilas.
Melalui kegiatan ini, FEAST! berupaya menghidupkan kembali pangan lokal yang mulai tersisih dari konsumsi sehari-hari masyarakat, sekaligus memperkuat hubungan antara produksi, pasar, dan pengetahuan lokal.
Festival Pangan Lokal FEAST! menjadi bagian dari komitmen kolaboratif antara Humanis, ASPPUK, dan KRKP dengan dukungan DBS Foundation dalam memperkuat ketahanan pangan, pemberdayaan perempuan petani, serta peningkatan gizi keluarga petani di Flores melalui praktik pertanian berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....