Budaya Lamaholot Hadapi Tantangan di Era Digital

  • 04 Jul 2026 13:56 WIB
  •  Ende

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠

RRI.CO.ID, Lembata – Memasuki hari keempat pelaksanaan Festival Lamaholot 2026, pelestarian budaya di tengah pesatnya perkembangan digitalisasi menjadi salah satu isu utama yang dibahas dalam talkshow bertajuk Eksistensi Budaya Lamaholot di Era Digitalisasi. Pemerintah mengajak generasi muda mengambil peran aktif agar budaya lokal tetap lestari.

Sekretaris Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Lembata, Kristianus Molan menilai, tantangan terbesar saat ini adalah menurunnya minat generasi milenial dan Gen Z terhadap budaya lokal, seperti menenun dan menari. Bahkan, menurutnya, kini semakin sulit menemukan anak muda berusia sekitar 25 tahun yang memiliki kemampuan menenun.

Ia mengatakan, digitalisasi seharusnya tidak dipandang sebagai ancaman, melainkan menjadi sarana pelestarian budaya. Apalagi, banyak warisan budaya Lamaholot selama ini diwariskan secara lisan dan belum terdokumentasi dengan baik dalam bentuk tulisan maupun arsip digital.

"Budaya Lamaholot selama ini lebih banyak diturunkan melalui tutur lisan. Karena itu, kita harus memanfaatkan teknologi digital untuk memperkenalkan, mempromosikan, sekaligus menjaga keberadaannya," ujarnya Kristianus pada Sabtu, 4 Juli 2026.

Dalam kesempatan tersebut, ia menawarkan sejumlah strategi, di antaranya mendorong lahirnya konten kreator yang mengangkat budaya Lamaholot, memproduksi podcast bertema kebudayaan, serta membangun arsip digital yang memuat cerita rakyat, bahasa ibu, hingga tradisi adat sebagai upaya menjaga warisan budaya agar tidak hilang.

Selain itu, pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya juga dinilai penting. Ia mencontohkan produk tenun yang kini banyak menggunakan bahan tekstil dibandingkan bahan lokal.

Festival Lamaholot menjadi momentum untuk mendorong generasi muda mempertahankan penggunaan bahan-bahan lokal sebagai bagian dari pelestarian budaya Lamaholot. Upaya tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan nilai ekonomi budaya sekaligus memperkuat identitas masyarakat Lamaholot.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....