Bupati Manggarai Barat Khawatir Generasi Muda Tinggalkan Sektor Pertanian
- 29 Apr 2026 20:51 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai Barat - Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, menyoroti rendahnya keterlibatan generasi muda di sektor pertanian dan menyebut kondisi tersebut sebagai tantangan serius bagi masa depan ekonomi daerah.
Hal ini disampaikan Edistasius saat menghadiri kegiatan Pasar Kreasi Pangan yang digelar Yayasan Humanis dan Inovasi Sosial bersama Yayasan Prestasi Junior Gemilang Indonesia melalui program Urban Futures di Lapangan Parkir Kampung Ujung, Labuan Bajo, Rabu 29 April 2026.
Dalam sambutannya, dirinya mengungkapkan bahwa sektor pertanian masih menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat Manggarai Barat, namun minat generasi muda untuk terjun ke bidang ini terus menurun.
Berdasarkan data Sensus Pertanian 2023, dari total 135.560 penduduk bekerja di Manggarai Barat, sebanyak 74,43 ribu orang atau 54,14 persen bekerja di sektor pertanian. Namun, petani usia 19 hingga 39 tahun hanya mencapai 32,5 persen, sementara kelompok usia 60 hingga 64 tahun mendominasi hingga 78 persen.
“Ini menjadi refleksi panjang bagi pemerintah dan seluruh masyarakat. Jika generasi muda tidak mulai terlibat, maka masa depan sektor pertanian kita terancam,” ujar Bupati.
Ia menegaskan, pemerintah daerah mendorong hilirisasi pertanian sebagai strategi agar sektor ini lebih menarik, modern, dan memiliki nilai tambah ekonomi bagi anak muda.
Menurutnya, sektor pertanian saat ini baru berkontribusi 1,56 persen terhadap pertumbuhan ekonomi Manggarai Barat yang secara keseluruhan mencapai 5,82 persen pada 2025.
“Kalau generasi muda bisa masuk, berinovasi, dan menularkan semangat kewirausahaan kepada sesamanya, kami optimistis pertumbuhan ekonomi daerah dapat meningkat signifikan,” katanya.
| Baca juga: 10 Anak di NTT Terpapar Radikalisme Digital |
Bupati juga mengajak masyarakat membangun kesadaran ekologis melalui konsumsi pangan lokal, sejalan dengan semangat Ensiklik Laudato Si yang menekankan pentingnya menjaga bumi sebagai rumah bersama.
“Mengkonsumsi pangan lokal berarti mencintai bumi sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat sendiri,” ungkapnya.
Program Urban Futures yang menjadi wadah pemberdayaan generasi muda dinilai telah menunjukkan hasil nyata. Regional Koordinator Urban Futures Indonesia, Laily Himayati, menyebutkan sebanyak 47 anak muda telah mendapatkan pendampingan intensif dalam kewirausahaan pangan, termasuk legalitas usaha dan pemanfaatan teknologi digital.
“Lebih dari 15 ribu masyarakat juga telah dijangkau melalui kampanye publik pangan lokal yang digerakkan oleh orang muda di Manggarai Barat,” ucapnya.
Sementara itu, Dewan Nasional Yayasan Prestasi Junior Gemilang Indonesia, Natalia Soebagjo, mengungkapkan bahwa program NURTURE berhasil melahirkan 26 pelaku usaha muda dengan omzet kolektif hampir Rp4 miliar dalam waktu kurang dari satu tahun.
“Sebagian besar peserta telah mengadopsi teknologi digital, membangun kemitraan usaha, dan mulai membuka lapangan kerja baru,” ujarnya.
Pasar Kreasi Pangan menjadi wadah kolaboratif yang mempertemukan generasi muda, pelaku usaha, akademisi, komunitas, dan pemerintah dalam memperkuat sistem pangan lokal yang inklusif dan berkelanjutan.
Melalui regenerasi petani dan penguatan hilirisasi, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat berharap sektor pertanian tidak lagi dipandang sebagai pekerjaan tradisional semata, tetapi sebagai peluang masa depan yang modern, produktif, dan menjanjikan bagi generasi muda.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....