Rakercab Pramuka Buleleng Susun Program Adaptif Dukung Ketahanan Pangan 2026

  • 25 Apr 2026 17:45 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Buleleng menggelar Rapat Kerja Cabang (Rakercab) tahun 2026 di Lobi Atiti Wisma Kantor Bupati Buleleng, Sabtu 25 April 2026. Kegiatan ini menjadi forum untuk mengevaluasi program kerja sebelumnya sekaligus menyusun arah kebijakan organisasi ke depan.

Rakercab diikuti jajaran pengurus Kwarcab Buleleng, badan kelengkapan, kwartir ranting se-Buleleng, Dewan Kerja Cabang, serta Dewan Kerja Ranting. Forum ini difokuskan pada penyusunan program yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat.

Ketua Panitia Rakercab, I Dewa Made Susastra Ginata, dalam laporannya menegaskan pentingnya forum ini dalam memperkuat perencanaan organisasi. Selain evaluasi program kerja, Rakercab juga menjadi ruang merumuskan strategi dan solusi atas berbagai kendala yang dihadapi di lapangan.

Ia menjelaskan, Rakercab 2026 mengusung tema penguatan peran Pramuka dalam mendukung ketahanan pangan menuju Indonesia Emas. Dalam pembahasan, peserta dibagi ke dalam empat komisi yang membahas kebijakan strategis, program pembinaan, aspek organisasi dan hukum, hingga pengabdian masyarakat dan kehumasan.

Wakil Ketua Bidang Pengabdian Masyarakat, Bela Negara, dan Lingkungan Hidup Kwarda Bali, I Gede Agus Arjawa Tangkas, menekankan perlunya transformasi organisasi agar tetap relevan. Menurutnya, digitalisasi menjadi bagian penting dalam menjaga eksistensi Pramuka di kalangan generasi muda.

“Kita di pramuka ini hampir setiap hari bertemu lewat zoom, WA group, selalu bicara terkait organisasi yang kita cintai ini. Demi eksistensi organisasi ini, dan tetap relevan di kalangan muda, mau tidak mau kita harus merapat mengikuti digitalisasi,” ujarnya.

Ia menambahkan, program ke depan harus mengedepankan prinsip adaptif, kolaboratif, dan responsif terhadap tantangan. Salah satu isu yang disoroti adalah persoalan lingkungan, khususnya sampah, yang dinilai perlu mendapat perhatian serius dari Gerakan Pramuka.

“Karena untuk terjun ke lokasi bencana perlu keterampilan khusus, tidak bisa modal tenaga dan semangat saja, perlu pengetahuan tentang teknik evakuasi,” katanya.

Sementara itu, Bupati Buleleng dalam sambutan tertulis yang dibacakan Asisten Tata Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Putu Ariadi Pribadi, menegaskan Rakercab sebagai forum strategis organisasi. Ia menyebut kegiatan ini menjadi wadah evaluasi sekaligus perencanaan program kerja ke depan.

“Melalui rakercab 2026 ini adalah wadah demokrasi mensosialisasikan program kerja 2026 dan merencanakan program kerja Kwarcab Buleleng 2027, serta melaksanakan evaluasi terhadap program kerja yang telah terlaksana,” ucapnya.

Pemerintah berharap Rakercab mampu menghasilkan program yang terukur, sistematis, dan menjangkau lebih banyak anggota. Kwarcab Buleleng didorong menyusun program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat serta mendukung pembentukan generasi muda yang siap menghadapi tantangan menuju Indonesia Emas 2045.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....