Dua Insiden Laka Laut Terjadi Sabtu di Waropen
- 12 Apr 2026 17:23 WIB
- Serui
RRI.CO.ID, Waropen – Dua peristiwa kecelakaan laut (laka laut) terjadi pada Sabtu, 11 April 2026 di wilayah perairan Kabupaten Waropen, Papua. Kejadian tersebut melibatkan personel kepolisian dan masyarakat pengguna sped boat. Insiden pertama terjadi di sekitar Muara Kali Paradoi pada siang hari. Sementara kejadian kedua berlangsung di pesisir Pantai Tanjung 14 pada sore hari.
Kapolres Kabupaten Waropen AKBP Iip, Syarif Hidayat SH, melalui Kasat Polairud Polres waropen AKP Elton Jack Rumbiak kepada RRI Minggu 12 April 2026 menyampaikan, Peristiwa pertama dilaporkan sekitar pukul 14.30 WIT oleh Bripda Isak Wonatorei kepada Kasat Polairud melalui telepon dan pesan WhatsApp. Laporan tersebut menyebutkan bahwa telah terjadi kecelakaan laut di Muara Kali Paradoi.
Menindaklanjuti laporan itu, Kasat Polairud segera menyiapkan personel dan perlengkapan. Selain itu, sped boat dan bahan bakar juga dipersiapkan untuk menuju lokasi kejadian.
"Pada pukul 14.50 WIT, Kasat Polairud bersama anggota dan masyarakat bergerak menuju tempat kejadian perkara (TKP). Tim tiba di lokasi sekitar pukul 15.10 WIT. Selanjutnya, proses evakuasi korban dilakukan pada pukul 15.15 WIT oleh Bripka Teryanus. Para korban kemudian dibawa menuju Pelabuhan Sanggei atau Pos Polairud".Ucapnya
Berdasarkan kronologis, kejadian bermula saat rombongan kembali dari Kampung Wobari menuju Pelabuhan Kali Sanggei sekitar pukul 12.20 WIT. Sped boat yang digunakan mengalami kehabisan bahan bakar sehingga mesin mati dan tidak dapat dikendalikan.
Kondisi cuaca ekstrem dengan angin kencang dan gelombang tinggi menyebabkan air masuk ke dalam perahu hingga akhirnya tenggelam. Seluruh penumpang berjumlah 10 orang berhasil menyelamatkan diri dengan berenang ke pesisir pantai.
Tidak ada korban jiwa dalam insiden pertama tersebut, namun kerugian materiil berupa mesin sped yang rusak akibat terendam air. Penyebab utama kecelakaan diduga karena kehabisan BBM serta cuaca buruk.
" Kasat Polairud bersama anggota berhasil mengevakuasi seluruh korban dalam keadaan selamat. Sped boat yang mengalami kecelakaan juga berhasil diamankan ke Pelabuhan Kali Sangge," Ucapnya.
Sementara itu, insiden kedua dilaporkan pada pukul 16.20 WIT oleh dua perempuan yang datang langsung ke Pos Polairud. Salah satu pelapor diketahui bernama Laher Imbiri. Mereka melaporkan kecelakaan laut yang terjadi di sekitar pesisir Pantai Tanjung 14. Tim Polairud kemudian segera menyiapkan tiga personel beserta perlengkapan dan sped boat.
Pada pukul 16.45 WIT, tim bergerak menuju TKP dan tiba sekitar pukul 17.20 WIT. Proses evakuasi dilakukan pada pukul 17.35 WIT oleh Kasat Polairud bersama anggota. Para korban kemudian dibawa menuju Pelabuhan Sanggei, untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Seluruh proses berjalan dengan melibatkan bantuan masyarakat sekitar.
Kronologis kejadian kedua bermula saat sped boat masyarakat, berangkat dari Pelabuhan Kali Sanggei menuju Kampung Mambai Distrik Soyoi sekitar pukul 10.30 WIT. Dalam perjalanan, salah satu mesin mati sehingga perahu tidak dapat dikendalikan dan dihantam gelombang hingga tenggelam.
Sebagian korban berhasil diselamatkan oleh nelayan yang melintas, sementara tiga lainnya sempat tertahan di lokasi.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp85 juta dan seluruh korban akhirnya berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....