TNI AD Bangun Jembatan Gantung Perintis di Sikka
- 01 Apr 2026 08:13 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Sikka - TNI Angkatan Darat memulai pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Proyek ini ditujukan membuka akses wilayah terisolasi yang selama ini bergantung pada penyeberangan sungai berisiko.
Peletakan batu pertama dilaksanakan di Dusun Blawuk B, Desa Watuomok, Kecamatan Talibura, Senin 30 Maret 2026. Kegiatan tersebut digelar melalui video conference sebagai bagian dari program karya bakti TNI AD.
Program ini mengusung tema “Negara hadir untuk rakyat melalui karya bakti TNI AD.” Pelaksanaan kegiatan melibatkan unsur TNI, pemerintah daerah, serta masyarakat setempat.
Hadir dalam kesempatan itu Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago, Ketua DPRD Sikka Stefanus Sumandi, dan Komandan Lanal Maumere Yoyok Ary Nugroho. Turut serta Komandan Kodim 1603/Sikka Letkol Arm Denny Riesta Permana bersama unsur Forkopimda.
Dandim 1603/Sikka Letkol Arm Denny Riesta Permana menegaskan pembangunan jembatan merupakan kebutuhan mendesak masyarakat. Selama ini warga menghadapi keterbatasan akses untuk aktivitas sehari-hari.
Ia menjelaskan masyarakat harus menyeberangi kali dengan kondisi seadanya untuk menuju sekolah, pasar, dan tempat ibadah. Jembatan ini diharapkan menjadi penghubung vital antarwilayah.
Jembatan gantung tersebut dirancang menghubungkan Dusun Blawuk B dan Dusun Muding di Desa Watuomok dengan Dusun Wailoke di Desa Baokremot. Ketiga wilayah itu selama ini dipisahkan oleh aliran Kali Nangagete.
Menurut Dandim, sekitar 60 anak sekolah di wilayah Wairbou dan Wailoke terdampak langsung kondisi tersebut. Risiko semakin tinggi ketika debit air meningkat pada musim hujan.
Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago menyebut pembangunan jembatan sebagai langkah strategis meningkatkan konektivitas desa. Infrastruktur ini dinilai penting untuk menopang aktivitas ekonomi masyarakat.
Ia menambahkan pemerintah daerah akan mengusulkan pembangunan serupa di titik lain yang membutuhkan. Upaya ini dilakukan untuk memperluas akses dan pemerataan pembangunan.
Warga Kampung Wairbou, Albinus Lese, mengaku akses transportasi selama ini menjadi kendala utama. Kondisi tersebut menyulitkan distribusi hasil kebun hingga penanganan keadaan darurat.
Ia mengatakan saat banjir, anak-anak tidak dapat bersekolah dan biaya perjalanan ke kota menjadi lebih besar. Kehadiran jembatan diharapkan mengakhiri hambatan tersebut dan memperlancar mobilitas warga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....