Disparekrafbud Manggarai Barat Intensif Monitoring Objek Wisata

  • 03 Jun 2026 12:34 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai Barat - Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan (Disparekrafbud) Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), meningkatkan pengawasan dan evaluasi di sejumlah destinasi wisata pasca insiden yang melibatkan seorang wisatawan mancanegara (WNA) meninggal akibat terjatuh dari jembatan gantung objek wisata Air Terjun Cunca Wulang.

Kepala Disparekrafbud Manggarai Barat, Petrus A. Rasyid, mengatakan pihaknya turun langsung ke lapangan setiap hari untuk memastikan aspek keselamatan dan kenyamanan wisatawan di objek wisata yang menjadi tanggung jawab pemerintah daerah.

“Sebagai kepala yang bertanggung jawab atas pengelolaan, saya memastikan untuk terus turun ke lapangan. Selain menindaklanjuti hasil monitoring dan evaluasi dari tim, kami juga meminta masukan langsung dari para wisatawan yang berkunjung,” kata Petrus, saat ditemui sejumlah media, Selasa 2 Juni 2026.

Menurutnya, masukan dari wisatawan diperlukan untuk melengkapi hasil evaluasi yang dilakukan petugas di lapangan. Perspektif pengunjung dinilai penting untuk mengidentifikasi berbagai hal yang belum tertangkap dalam proses monitoring internal.

“Kami melakukan simulasi ringan di lokasi dan bertanya kepada pengunjung terkait aspek keselamatan, apa yang perlu ditambah atau dikurangi. Semua itu menjadi bahan evaluasi yang nantinya dilaporkan kepada pimpinan,” ujarnya.

Hingga saat ini, Disparekrafbud telah melakukan peninjauan di tiga destinasi wisata, yakni Puncak Waringin, Goa Batu Cermin, dan Goa Rangko. Lebih lanjut, Petrus menjelaskan, Goa Batu Cermin dan Goa Rangko menjadi perhatian khusus karena memiliki aktivitas wisata yang tergolong berisiko.

“Yang cukup berisiko itu Goa Batu Cermin dan Goa Rangko karena aktivitasnya berada di area luar ruang dan gua. Kita tidak pernah tahu potensi risiko yang bisa terjadi, sehingga perlu perhatian lebih,” ungkapnya.

Selain melakukan evaluasi di objek wisata yang dikelola pemerintah daerah, Disparekrafbud juga mengirimkan surat kepada pengelola destinasi wisata lain yang berada di bawah kewenangan desa maupun pihak terkait agar segera melakukan asesmen, evaluasi, mitigasi, dan langkah antisipasi terhadap potensi risiko di kawasan wisata masing-masing.

Salah satu surat tersebut ditujukan kepada pengelola wisata Cunca Wulang melalui pemerintah desa setempat.

“Kami meminta desa dan pengelola untuk melakukan asesmen serta mitigasi agar kejadian serupa tidak terulang di destinasi mereka,” kata Petrus.

Petrus menegaskan, pihaknya akan terus evaluasi dan mitigasi sebagai bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menjaga keamanan dan kualitas destinasi wisata di Manggarai Barat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....