Disambut Adat Manggarai, Pangdam IX/Udayana Resmikan Jembatan Garuda di Reok
- 11 Jun 2026 20:26 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai – Kedatangan Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) IX/Udayana, Mayjen TNI Piek Budyakto, S.H., M.H., di Kabupaten Manggarai,disambut hangat melalui prosesi adat Tuak Kapu, tarian Tiba Meka, serta pengalungan selendang saat tiba di Kecamatan Reok, Selasa 9 Juni 2026,
Pangdam tiba menggunakan helikopter dan mendarat di lapangan Negeri 1 Reok, Kelurahan Mata Air, Kecamatan Reok.
Penyambutan dipimpin oleh tokoh adat dan masyarakat setempat sebagai bentuk penghormatan kepada Pangdam. Dalam kunjungan tersebut, Pangdam bersama rombongan didampingi Danrem 161/Wira Sakti Kupang, unsur Forkopimda Kabupaten Manggarai, pimpinan BUMN dan BUMD, pimpinan OPD, Camat Reok, tokoh masyarakat, serta masyarakat penerima manfaat.
Suasana penyambutan semakin meriah dengan penampilan tarian Tiba Meka yang dibawakan para pelajar MTs Negeri Manggarai di Kecamatan Reok. Kunjungan kerja tersebut dilakukan dalam rangka meresmikan Jembatan Perintis Garuda di Dusun Rabo, Kelurahan Wangkung, Kecamatan Reok.
Saat tiba di Dusun Rabo, Pangdam juga disambut meriah oleh para siswa SD yang membentuk pagar betis sambil mengibarkan bendera Merah Putih mini di sepanjang jalur menuju lokasi kegiatan. Penyambutan kemudian dilanjutkan dengan prosesi adat Tuak Kapu sebagai bentuk penghormatan dan penerimaan secara adat oleh masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Pangdam mengatakan pembangunan Jembatan Perintis Garuda merupakan program pemerintah yang dipercayakan kepada TNI Angkatan Darat untuk membantu mengatasi kesulitan masyarakat sekaligus mempercepat pembangunan infrastruktur di daerah.
Menurutnya, jembatan tersebut tidak hanya berfungsi sebagai penghubung antarwilayah, tetapi juga mendukung akses pendidikan, memperlancar mobilitas masyarakat, dan mendorong pertumbuhan ekonomi warga.
"Anak-anak tidak boleh terlambat masuk sekolah anak anak tidak boleh tidak dapat akses menuju ke tempat belajar. Semuanya harus nyaman kita warga Negara Indonesia berhak seluruhnya mendapatkan pelayanan, mendapatkan manfaat dari pembangunan kita," kata Pangdam.
Pangdam juga meminta Pemerintah Kabupaten Manggarai untuk terus mengusulkan kebutuhan infrastruktur, khususnya pembangunan jembatan yang dapat menghubungkan desa-desa dan mempermudah aktivitas masyarakat.
"Nanti Pak Bupati, jangan segan-segan ini amanat dari Pimpinan terutama Bapa Kasat. Kalau masih ada jembatan yang dibutuhkan atau yang menghubungkan desa-desa, menghubungkan daerah;
Pokoknya cek apa saja yang dibutuhkan menunjang kelancaran transportasi masyarakat, terutama anak-anak sekolah," ujarnya.
Ia mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga persatuan dan kekompakan dalam mendukung program pembangunan. Menurutnya, kemajuan daerah hanya dapat dicapai melalui kerja sama antara pemerintah, TNI, dan masyarakat.
Sementara itu, Bupati Manggarai Heribertus G.L. Nabit menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian TNI terhadap kebutuhan masyarakat Manggarai, khususnya di wilayah Kampung Rabo.
Bupati Hery mengatakan kehadiran Jembatan Perintis Garuda merupakan wujud nyata kolaborasi antara pemerintah daerah dan TNI dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat di bidang aksesibilitas. "Kita berterima kasih kepada semua pihak yang sudah membantu kami masyarakat Manggarai menyelesaikan satu PR yang sudah lama," kata Bupati.
Ia menjelaskan, gagasan pembangunan jembatan tersebut bermula dari kunjungannya ke wilayah itu pada tahun lalu. Setelah berdiskusi dengan Dandim 1612/Manggarai terkait kondisi akses warga, TNI bergerak cepat merealisasikan pembangunan jembatan pada tahun ini.
Menurut Bupati, keberadaan Jembatan Perintis Garuda sangat penting bagi masyarakat karena mempermudah akses pendidikan bagi pelajar serta memperlancar distribusi hasil pertanian ke luar daerah sehingga berdampak langsung pada peningkatan perekonomian warga.
Bupati Hery juga mengungkapkan bahwa setelah pembangunan jembatan tersebut, direncanakan akan dibangun dua jembatan lainnya di Kecamatan Cibal dan Kecamatan Satar Mese. Ia berharap kemanunggalan TNI dan masyarakat tetap terjalin kuat dalam mendukung pembangunan daerah.
Mewakili masyarakat Dusun Rado, Albertus Ahong menyampaikan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia, Panglima TNI, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Pangdam IX/Udayana, Danrem 161/Wira Sakti, Dandim 1612/Manggarai, serta jajaran TNI hingga Koramil Reo atas dukungan dan bantuan yang diberikan dalam pembangunan Jembatan Perintis Garuda.
Menurutnya, kehadiran jembatan tersebut telah lama dinantikan oleh masyarakat Dusun Rado karena akan mempermudah akses dan aktivitas warga sehari-hari. Ia berharap jembatan itu dapat menjadi sarana yang mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat.
Dalam kesempatan tersebut, Pangdam IX/Udayana juga menyerahkan bingkisan kepada siswa-siswi berprestasi SDN Rabo serta bantuan paket sembako kepada masyarakat setempat sebagai bentuk kepedulian terhadap dunia pendidikan dan kesejahteraan warga.
Peresmian Jembatan Perintis Garuda ditandai dengan pemotongan pita oleh Pangdam IX/Udayana sebagai simbol resmi mulai difungsikannya jembatan tersebut. Peresmian jembatan ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas antarwilayah, memperlancar mobilitas masyarakat, serta mempermudah akses transportasi yang mendukung kegiatan ekonomi, pendidikan, dan pelayanan sosial di Kampung Rabo dan sekitarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....