Waropen Belum Manfaatkan Muatan Balik Kapal Tol Laut

  • 10 Feb 2026 20:16 WIB
  •  Serui

RRI.CO.ID, Waropen : Kabupaten Waropen hingga kini belum memiliki muatan balik pengisian kontainer melalui kapal Tol Laut. Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Bimbingan Usaha dan Perlindungan Konsumen Dinas Perindagkop Kabupaten Waropen, Lukman Hakim, saat diwawancarai RRI pada Selasa, 10 Februari 2026, di ruang kerjanya. Ia menjelaskan, ketiadaan muatan balik terjadi karena belum ada pengusaha lokal yang memanfaatkan fasilitas tersebut.

Menurut Lukman, persoalan ini kerap dipertanyakan karena berbeda dengan sejumlah daerah lain di Papua yang sudah rutin mengisi kontainer Tol Laut. Ia menyebut Serui, Sorong, dan Biak telah memiliki muatan balik secara berkala, sementara di Waropen kontainer masih kembali dalam keadaan kosong. “Sampai sekarang belum ada pengusaha yang kirim barang ke luar daerah lewat Tol Laut, jadi kontainernya kembali kosong,” ujarnya.

Ia mengatakan, Dinas Perindagkop telah beberapa kali melakukan sosialisasi kepada para pelaku usaha, termasuk melalui grup WhatsApp pengusaha. Namun respons yang diterima belum menunjukkan minat serius. Rendahnya partisipasi ini dinilai berkaitan dengan keterbatasan jenis barang yang diperbolehkan sebagai muatan balik.

Lukman menjelaskan, sesuai ketentuan kementerian, muatan balik harus berupa Produk Unggulan Daerah (PUD) seperti kakao, kelapa, dan kayu masohi. Produk di luar kategori tersebut tidak dapat dikirim melalui skema resmi Tol Laut. “Aturannya jelas, hanya PUD yang bisa jadi muatan balik. Itu yang jadi kendala utama bagi pengusaha di sini,” katanya.

Ia mengungkapkan, pada 2022 sempat ada pengiriman dua kontainer kulit kayu masohi yang menjadi satu-satunya realisasi muatan balik dari Waropen. Setelah itu, tidak ada lagi pengiriman karena belum terdapat perusahaan yang memproduksi PUD secara berkelanjutan. Kondisi tersebut membuat program muatan balik kembali terhenti.

Padahal, menurutnya, Waropen memiliki potensi sumber daya alam yang besar seperti hasil laut dan sagu yang dapat dikembangkan menjadi produk unggulan. Dinas siap membantu apabila produksi mampu memenuhi kapasitas satu kontainer, terutama karena ongkos kirim muatan balik lebih murah. Ia juga menyebut pernah ada pengiriman besi tua akibat tidak tersedianya PUD, namun langkah itu mendapat teguran karena tidak sesuai aturan.

Dinas Perindagkop Waropen berharap ke depan muncul pengusaha yang serius mengembangkan produk unggulan daerah. Lukman menegaskan pihaknya siap mendampingi dan memfasilitasi pelaku usaha agar muatan balik Tol Laut dapat dimanfaatkan optimal. “Kalau ada PUD yang siap kirim, kami pasti dukung penuh. Ini peluang besar untuk mendorong ekonomi daerah,” tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....