Pemko Pariaman Pantau Harga Pangan Jelang Ramadan

  • 23 Jan 2026 16:01 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang – Pemerintah Kota (Pemko Pariaman) akan melakukan pemantauan harga secara intensif di pasar rakyat untuk mencegah spekulasi harga menjelang Ramadan. Selain itu merencanakan operasi pasar murah secara berkala untuk menjaga daya beli masyarakat yang terdampak situasi ekonomi pascabencana.

Hal itu disampaikan Wakil Wali Kota Pariaman, Mulyadi usai menghadiri High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) Tahun 2026. Dilaksanakan di Aula Anggun Nan Tongga Kantor Perwakilan Bank Indonesia, Kamis 22 Januari 2026.

Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah mengatakan, HLM TIPD Triwulan I Tahun 2026 ini bertemakan sinergi pengendalian harga pangan pascabencana. Selain itu persiapan menghadapi Ramadan dan Idul Fitri 1447 H.

“Sumbar menghadapi dampak kerusakan lahan pertanian, peternakan, perikanan, serta infrastruktur irigasi dan jalan akibat bencana alam yang terjadi baru-baru ini. Kondisi ini memengaruhi pasokan pangan menjelang momentum peningkatan konsumsi di Ramadan (Februari 2026) dan Idul Fitri (Maret 2026). Untuk itu, kita harus memperkuat koordinasi antara TPID Provinsi dengan TPID Kabupaten/Kota,” katanya

Ia mengungkapkan, dari data yang dicermati tiga tahun belakangan kebutuhan bahan pangan memicu inflasi mendekati Ramadan dan Lebaran. Komoditasnya seperti beras, cabai merah, cabai rawit, bawang merah, minyak goreng, gula pasir, daging ayam dan telur ayam ras.

“Pemerintah Kabupaten/Kota diminta untuk memetakan ketersediaan dan kebutuhan pangan strategis serta menyusun rencana aksi nyata guna mencegah lonjakan harga dan praktik penimbunan. Semoga kedepan dengan memaksimalkan pelaksanaan langkah-langkah yang konkrit dalam pengendalian inflasi,” katanya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Pariaman, Mulyadi menambahkan, sinergi adalah kunci. Kota Pariaman berkomitmen untuk menjalankan instruksi TPID Provinsi Sumbar agar gejolak harga pangan pascabencana dapat ditekan.

“Kami berharap masyarakat bisa beribadah di Ramadan dengan tenang tanpa dibebani kenaikan harga yang ekstrem. Kita berada di tengah tantangan pemulihan pascabencana,” ujarnya. (*).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....