Mi Somen, Mi Tipis Khas Jepang yang Cocok Dinikmati saat Musim Panas
- 15 Jul 2026 09:08 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Mi somen merupakan salah satu mi tradisional khas Jepang yang dikenal karena bentuknya yang sangat tipis dan teksturnya yang lembut. Terbuat dari tepung terigu, mi ini memiliki diameter kurang dari 1,3 milimeter sehingga cepat matang dan mudah dicerna.
Secara umum, mi somen berwarna putih bersih, meski beberapa varian menggunakan bahan alami seperti plum untuk memberikan warna yang berbeda. Mi ini dijual dalam kondisi kering dan biasanya diikat dalam berkas-berkas kecil.
Dibandingkan jenis mi Jepang lainnya, somen memiliki ukuran yang lebih tipis daripada hiyamugi dan jauh lebih halus dibandingkan udon yang bertekstur tebal dan kenyal.
Salah satu cara penyajian paling populer adalah hiyashi somen atau nagashi somen, yakni mi yang disajikan dingin dengan air es, kemudian dicelupkan ke dalam saus tsuyu, kuah berbahan dasar kaldu dashi dan kecap asin. Hidangan ini biasanya dilengkapi irisan daun bawang, jahe parut, mentimun, atau telur sebagai pelengkap.
Selain disajikan dingin, mi somen juga dapat dinikmati dalam sajian hangat yang dikenal sebagai nyūmen, yaitu mi somen yang disajikan dalam kuah kaldu ringan.
Mi somen memiliki sejarah panjang di Jepang. Hidangan ini diyakini mendapat pengaruh dari Tiongkok sejak zaman Nara dan kemudian berkembang menjadi bagian penting dari kuliner Jepang. Salah satu teknik pembuatannya yang terkenal adalah tenobe somen, yakni proses meregangkan adonan secara tradisional menggunakan minyak nabati hingga menjadi sangat tipis sebelum dikeringkan.
Selain memiliki cita rasa yang ringan, mi somen juga menawarkan sejumlah keunggulan. Waktu memasaknya hanya sekitar dua hingga tiga menit, rendah kalori dibanding beberapa jenis mi lainnya, serta cocok dikonsumsi saat cuaca panas karena memberikan sensasi menyegarkan.
Di Indonesia, mi somen kini cukup mudah ditemukan di supermarket yang menjual produk Asia maupun toko khusus makanan Jepang. Selain disajikan dengan cara tradisional, mi ini juga dapat diolah menjadi berbagai hidangan fusion, seperti tumisan maupun sup. (RRI/Dewa Arta)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....