Jukut Buangit Buleleng: Perpaduan Rempah Bali dengan Rasa Istimewa

  • 21 Mei 2026 09:18 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja: Jukut Buangit adalah sayur tradisional khas Buleleng (khususnya Desa Sangsit, Singaraja), Bali Utara. Ini merupakan salah satu kuliner legendaris yang masih populer sebagai makanan sehari-hari warga lokal.

Apa itu Jukut Buangit?

"Jukut" dalam bahasa Bali berarti sayur. Jadi, Jukut Buangit adalah masakan berbahan utama daun buangit (sejenis sayuran liar yang tumbuh di semak-semak, parit sawah, atau tembok). Sayur buangit ini memiliki rasa agak pahit yang khas, tapi ketika dimasak dengan bumbu sederhana menjadi gurih, asam, dan segar. Banyak orang menyebutnya sebagai "sup buangit" karena teksturnya seperti kuah sayur bening.

Bahan Utama & Cara Membuat

-Daun buangit (sekarang sudah banyak dibudidayakan di Sangsit, dulu liar).

-Bumbu sangat sederhana: garam, asam jawa (atau asam), sereh (serai) geprek, kadang gula Bali atau penyedap, dan cabai utuh (opsional).

Cara masak biasanya direbus singkat agar tidak terlalu lembek, sehingga tetap ada tekstur dan rasa pahit alaminya yang menyegarkan. Ada yang memasaknya dengan dua variasi (rebus biasa atau dengan sedikit santan tipis).

Ciri Khas

-Rasa pahit-gurih-asam yang unik, katanya bagus untuk "penawar" atau membersihkan badan (seperti detoks hati/empedu menurut tradisi lokal).

-Biasanya disajikan sebagai lauk pendamping nasi hangat, sering dipadukan dengan lauk khas Buleleng lain seperti sudang lepet (ikan asin), palem (sejenis lauk kelapa), atau ayam.

Paling enak dan autentik dicari di warung-warung tradisional di Pasar Sangsit atau sekitar Pura Beji Sangsit.

Ini termasuk kuliner "ngemper" (rumahan tradisional) yang mulai langka di luar Buleleng, tapi masih jadi primadona bagi orang Buleleng yang kangen kampung halaman. (RRI/Dewa Arta)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....