Cegah Penyakit Menular Saat Mobilitas Tinggi
- 17 Jul 2026 22:26 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong – Tingginya mobilitas masyarakat yang disertai perubahan cuaca dan musim kemarau menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga kesehatan. Kondisi tersebut perlu diantisipasi dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat agar risiko penularan penyakit serta gangguan kesehatan lainnya dapat diminimalkan sejak dini.
Tenaga Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku Puskesmas Entikong, Mikael Kurniawan, mengatakan bahwa perubahan kondisi lingkungan, terutama keterbatasan air bersih saat musim kemarau, dapat memengaruhi kesehatan masyarakat apabila tidak disikapi dengan baik. Menurutnya, masyarakat perlu meningkatkan kesadaran untuk menjaga kebersihan diri, memperhatikan pola hidup sehat, serta segera memanfaatkan layanan kesehatan apabila mengalami keluhan penyakit.
"Keterbatasan air bersih pada musim kemarau berpotensi meningkatkan kasus iritasi kulit akibat penggunaan air yang kurang layak untuk kebutuhan mandi, cuci, dan kakus. Karena itu, masyarakat diimbau menjaga kebersihan diri, mengurangi aktivitas di luar ruangan saat cuaca tidak menentu, menggunakan masker bila diperlukan, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila muncul keluhan," ungkap Mikael Kurniawan dalam Obrolan Indonesia Sehat RRI Sanggau, Jumat 17 Juli 2026.
Mikael menjelaskan bahwa salah satu dampak yang sering muncul saat musim kemarau adalah meningkatnya risiko iritasi kulit akibat penggunaan air yang kurang layak untuk kebutuhan mandi, cuci, dan kakus. Kondisi tersebut perlu diwaspadai karena dapat memengaruhi kesehatan masyarakat, terutama anak-anak dan kelompok rentan yang lebih mudah mengalami gangguan kesehatan akibat perubahan lingkungan.
Menurutnya, masyarakat juga perlu memperhatikan pola konsumsi sehari-hari, terutama dalam memilih minuman saat cuaca panas. Kebiasaan mengonsumsi minuman manis secara berlebihan, khususnya yang disajikan bersama es, sebaiknya mulai dikurangi karena dapat memengaruhi keseimbangan cairan tubuh serta meningkatkan risiko gangguan pada tenggorokan.
Dikatakan, dengan memperbanyak konsumsi air putih merupakan langkah sederhana namun sangat efektif untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi dan membantu mempertahankan daya tahan tubuh selama musim kemarau. Selain itu, pola hidup sehat yang disertai istirahat cukup, konsumsi makanan bergizi, serta penggunaan masker saat beraktivitas di luar ruangan juga menjadi upaya penting dalam mencegah penularan berbagai penyakit.
"Selain itu, masyarakat juga perlu membatasi konsumsi minuman manis, terutama yang sering dikonsumsi bersama es, karena dapat memengaruhi keseimbangan cairan tubuh dan memicu iritasi pada tenggorokan yang menyebabkan batuk. Memperbanyak minum air putih menjadi langkah sederhana namun penting untuk menjaga hidrasi tubuh dan membantu mempertahankan daya tahan kesehatan selama musim kemarau," katanya.
Mikael berharap masyarakat semakin disiplin menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari agar tetap terlindungi dari berbagai penyakit menular maupun gangguan kesehatan lainnya. Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk saling mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, menerapkan pola hidup sehat, serta segera berkonsultasi ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala penyakit agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....