Dokter Tegaskan Micin Tak Turunkan Kecerdasan
- 17 Mei 2026 10:03 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Anggapan micin atau monosodium glutamat (MSG) dapat menurunkan kecerdasan kembali dibantah kalangan medis. Dokter Spesialis Gizi Klinik RS Hermina Samarinda, dr. Benedicta Afianti I., Sp.GK, menegaskan klaim tersebut hanya mitos dan tidak didukung bukti ilmiah yang kuat.
“Micin bikin kecerdasan menurun itu mitos,” ujarnya saat menjadi narasumber program Tonight Corner Health, Minggu, 17 Mei 2026.
Ia menjelaskan ketakutan masyarakat terhadap MSG muncul sejak puluhan tahun lalu setelah berkembang sentimen terhadap bahan kimia dan makanan tambahan. Kondisi tersebut diperparah oleh berbagai rumor yang terus menyebar dari generasi ke generasi.
“Itu kemungkinan berhubungan dengan yang saya ceritakan tadi. Ada yang tadinya dielu-elukan dunia sebagai bumbu misterius dari timur yang bikin makanan jadi gurih, orang jadi senang,” katanya.
Menurut dr. Benedicta, perubahan pandangan masyarakat terhadap MSG mulai terjadi setelah dampak pestisida diketahui luas oleh publik. Masyarakat kemudian menjadi lebih waspada terhadap segala sesuatu yang dianggap bahan kimia, termasuk penyedap rasa.
“Karena ada pengaruh kewaspadaan terhadap bahan kimia setelah efek dari pestisida diketahui oleh masyarakat,” ujarnya.
Ia menuturkan stigma terhadap MSG semakin besar setelah muncul sejumlah laporan kesehatan pada 1968. Salah satunya berasal dari seorang dokter di Amerika Serikat yang mengeluhkan mati rasa, pusing, dan berdebar setelah makan di restoran China.
“Sebetulnya tadinya hanya ingin untuk berdiskusi dan itu malah menambah ketakutan,” ucapnya.
Dr. Benedicta mengatakan berbagai penelitian sempat mengaitkan MSG dengan gangguan kesehatan serius, termasuk kerusakan otak. Namun, penelitian lanjutan menemukan banyak riset sebelumnya tidak memenuhi standar ilmiah yang kuat.
“Banyak sekali penelitian yang menyatakan penelitian-penelitian sebelumnya itu kurang sahih, kurang memenuhi syarat dari kriteria sains,” katanya.
Ia menambahkan sejumlah lembaga pangan dunia hingga otoritas kesehatan di Indonesia telah menyatakan MSG aman dikonsumsi selama dalam batas wajar. Menurutnya, masyarakat tidak perlu takut berlebihan terhadap penggunaan micin dalam makanan sehari-hari.
“Dengan adanya jaminan keamanan dari badan-badan pangan termasuk BPOM, sebetulnya kita enggak perlu terlalu takut selama yang kita konsumsi itu dalam batas yang diizinkan,” ujarnya.
Dr. Benedicta mengingatkan masyarakat tetap perlu memperhatikan pola makan seimbang dan tidak mengonsumsi MSG secara berlebihan. Ia menilai persoalan kesehatan lebih banyak dipengaruhi konsumsi garam, gula, dan lemak berlebih dibanding penggunaan micin secara wajar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....