Buah Salam: Kecil Bentuknya, Besar Khasiatnya untuk Kesehatan

  • 27 Apr 2026 13:28 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Buah salam adalah buah dari pohon salam (nama ilmiah: Syzygium polyanthum, dulu sering disebut Eugenia polyantha), tanaman asli Asia Tenggara yang sangat umum di Indonesia. Pohon ini paling terkenal karena daun salam-nya yang dipakai sebagai bumbu aromatik dalam masakan Nusantara (seperti sayur lodeh, rendang, opor, Soto, dll.). Namun, buahnya jarang dibahas dan sering dianggap "buah legendaris" atau langka oleh banyak orang, terutama generasi sekarang.

Ciri-ciri Buah Salam

-Bentuk dan ukuran: Buah buni kecil, bulat atau agak lonjong/tekan, diameter sekitar 1 cm (sekitar 12 mm), dengan mahkota sisa kelopak di ujung.

-Warna: Saat muda hijau, saat matang berubah menjadi merah hingga ungu tua atau kehitaman (mirip buah duhat/jamblang, tapi lebih kecil).

-Rasa: Manis dengan sedikit asam/sepat atau kelat (tergantung kematangan). Daging buah tipis, sehingga lebih sering dimakan langsung daripada diolah.

-Tumbuh: Berkelompok di ranting, sangat disukai burung.

Buah ini mirip dengan buah buni/duhat, tapi ukurannya lebih kecil dan rasanya cenderung lebih pahit/sepat jika dibandingkan buah buni yang lebih manis dan lunak.

Manfaat Buah Salam

Selain daunnya yang kaya minyak atsiri, flavonoid, dan tanin, buah salam juga mengandung antioksidan, serat, vitamin (termasuk vitamin A), serta senyawa antiinflamasi dan antiseptik. Dalam pengobatan tradisional Indonesia, buah ini dimanfaatkan untuk:

-Mengatasi diare (karena sifat antiseptiknya yang bisa melawan bakteri/parasit).

-Mengobati radang (termasuk radang tenggorokan atau lambung/maag).

-Membantu mengelola diabetes dan menurunkan kolesterol.

-Meredakan asam urat.

-Melancarkan pencernaan (kaya serat).

-Memperbaiki peredaran darah dan kesehatan jantung (efek antioksidan & antiinflamasi).

-Manfaat lain: baik untuk kesehatan mata, mengurangi nyeri, dan sebagai pendukung kekebalan tubuh.

Catatan: Manfaat ini sebagian besar berdasarkan penggunaan tradisional dan beberapa studi pendukung pada daun/kulit pohon salam. Untuk pengobatan, sebaiknya konsultasi dengan dokter atau ahli herbal, karena bukti ilmiah klinis pada buahnya masih terbatas.

Fakta Tambahan

-Pohon salam tumbuh di daerah tropis (Indonesia, Malaysia, Thailand, dll.), berbunga sekitar Maret–Mei dan berbuah sekitar April.

-Buahnya enak dimakan langsung (banyak anak kecil di masa lalu yang suka memetiknya), tapi karena dagingnya tipis, tidak dijadikan komoditas utama.

-Kulit batang dan daunnya juga punya kegunaan lain, seperti pewarna alami atau obat sakit perut.

Jadi, meski daun salam lebih populer di dapur, buahnya juga punya nilai tersendiri sebagai camilan alami yang kaya manfaat. (RRI/Dewa Arta)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....