Kasus Katarak Meningkat, Warga Samarinda Soroti Layanan Kesehatan

  • 18 Apr 2026 09:23 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda- Warga Kota Samarinda mengeluhkan meningkatnya gangguan kesehatan mata di lingkungan mereka, terutama katarak yang menyebabkan penurunan kualitas penglihatan. Seorang warga Samarinda, Nugrah, mengatakan banyak masyarakat mengalami penglihatan kabur akibat berbagai faktor. Kondisi ini diduga berkaitan dengan pola hidup tidak sehat serta intensitas penggunaan gawai yang tinggi.

“Di lingkungan kami banyak warga yang mengalami gangguan mata, seperti katarak dan keluhan lainnya. Rata-rata penglihatannya mulai kabur,” ucap Nugrah.

Ia juga mempertanyakan akses layanan kesehatan mata yang profesional. Selain itu, masyarakat membutuhkan kejelasan terkait biaya perawatan mandiri maupun mekanisme layanan melalui BPJS Kesehatan.

“Kalau perawatan mandiri berapa biayanya, lalu kalau lewat BPJS bagaimana regulasi dan rujukannya ke mana,” ujarnya. kepada rri.co.id, Sabtu 18 April 2026.

Nugrah turut menyoroti pengalaman masa lalu terkait operasi katarak gratis yang dinilai belum optimal. Ia menyebutkan adanya sejumlah kasus yang justru berdampak pada gangguan penglihatan pascaoperasi.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Kalimantan Timur, dr. Ivan Hariyadi Hardjowidjojo, menjelaskan bahwa katarak merupakan penyakit degeneratif yang umumnya terjadi seiring pertambahan usia.

Menurutnya, katarak terjadi akibat kekeruhan pada lensa mata yang menyebabkan penglihatan kabur. Namun, kondisi ini perlu dibedakan dengan gangguan mata lain seperti rabun jauh atau minus.

“Untuk katarak, pada dasarnya merupakan penyakit degeneratif. Artinya, seiring bertambahnya usia, lensa mata mengalami kekeruhan sehingga penglihatan menjadi kabur,” ucapnya.

Ia menambahkan, pada usia muda gangguan mata seperti minus umumnya dapat ditangani dengan penggunaan kacamata. Namun, dalam kondisi tertentu dapat dilakukan tindakan operasi jika terjadi perkembangan yang cepat.

Sementara itu, faktor risiko katarak juga dipengaruhi paparan sinar matahari dalam jangka panjang. Pekerja lapangan seperti nelayan dan petani menjadi kelompok yang rentan jika tidak menggunakan pelindung mata.

Penanganan katarak dilakukan melalui prosedur operasi dengan mengganti lensa mata yang keruh menggunakan lensa buatan. Teknologi saat ini, menurutnya, telah berkembang sehingga proses penyembuhan lebih cepat dan hasil penglihatan lebih baik.

Namun demikian, ia menegaskan pentingnya pemeriksaan menyeluruh sebelum tindakan operasi dilakukan. Hal ini untuk memastikan tidak adanya penyakit penyerta yang dapat memengaruhi hasil operasi.

Ia menyebutkan, pada pasien lanjut usia sering ditemukan kondisi lain seperti kerusakan saraf mata, tekanan bola mata tinggi, hingga penyakit diabetes yang dapat mengganggu proses pemulihan.

Dengan demikian, meskipun operasi katarak semakin maju, pemeriksaan awal tetap menjadi langkah penting untuk menentukan penanganan yang tepat serta meminimalkan risiko pascaoperasi.

google-preference
Video

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....