Jemput Bola Cegah HIV, Dinkes Samarinda Perluas Jangkauan Skrining

  • 07 Jul 2026 08:57 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda terus memperkuat upaya pencegahan dan penemuan kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV). Salah satunya, dengan menggandeng Mahakam Plus dan Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) untuk menjangkau kelompok masyarakat yang berisiko dan melakukan sejumlah program proaktif.

Staf Program HIV Dinkes Kota Samarinda, Siti Nurjannah, mengatakan kolaborasi tersebut membantu mendorong kelompok sasaran agar bersedia melakukan pemeriksaan HIV di fasilitas kesehatan, seperti wanita pekerja seks (WPS), laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki (LSL), pengguna napza suntik (penasun), hingga waria.

"Biasanya yang datang melakukan tes adalah mereka yang merasa dirinya berisiko, misalnya aktif secara seksual dan tidak menggunakan pengaman. Kami juga bekerja sama dengan Mahakam Plus dan PKBI untuk menjangkau kelompok seperti WPS, LSL, penasun, dan waria agar mau datang ke fasilitas kesehatan melakukan skrining HIV," ujarnya, dikutip pada Selasa 7 Juli 2026.

Selain mengajak masyarakat datang ke fasilitas kesehatan, Dinkes juga menerapkan program visiting mobile. Melalui program ini, petugas mendatangi langsung lokasi-lokasi yang menjadi tempat berkumpul masyarakat, seperti kafe, tempat hiburan malam, hingga ruang publik.

"Di mana ada keramaian, di situ kami melakukan testing. Terakhir kami melakukan skrining di Taman Samarinda dan menemukan dua orang yang reaktif HIV. Selanjutnya mereka kami rujuk ke fasilitas kesehatan untuk pemeriksaan lanjutan dan mendapatkan pengobatan," ucap Jannah.

Selain mendorong masyarakat untuk diperiksa. Ia mengungkapkan, Dinkes juga kerap membagikan pengaman kepada kelompok yang memiliki risiko tinggi tertular HIV sebagai salah satu langkah mengurangi penularan.

Di sampin itu, lanjutnya, Dinkes juga menjalankan program pre-exposure prophylaxis (PrEP), yakni pemberian obat pencegahan bagi kelompok berisiko tinggi menggunakan obat yang serupa dengan terapi antiretroviral (ARV) agar tidak tertular HIV.

Untuk mendukung penanganan HIV, saat ini Kota Samarinda memiliki 42 fasilitas layanan yang terdiri atas 26 puskesmas, 13 rumah sakit, dan tiga klinik. Dinkes juga rutin melakukan evaluasi dan monitoring ke seluruh fasilitas tersebut untuk memastikan layanan berjalan optimal sekaligus mencari inovasi agar penanganan HIV di Kota Samarinda semakin efektif.

"Biasanya kami melakukan evaluasi dan monitoring kepada Faskes ini. Kadang kami turun langsung ke sana terkait dengan apakah ada kendala di fasilitas kesehatan untuk penanganan HIV atau apakah ada inovasi yang bisa kita lakukan di fasilitas kesehatan hingga bisa menekan angka HIV," kata Jannah, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....