Donor Darah ASEAN Dengue Day Dukung Target Nol Kematian DBD
- 19 Jun 2026 12:04 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda- Peringatan ASEAN Dengue Day 2026 di Kalimantan Timur tidak hanya menjadi momentum kampanye pencegahan demam berdarah dengue (DBD), tetapi juga upaya memperkuat ketersediaan darah bagi pasien yang membutuhkan. Melalui aksi donor darah massal, Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur mengajak masyarakat mengambil peran dalam mendukung target zero death dengue atau nol kematian akibat DBD pada 2030.
Kegiatan donor darah yang berlangsung di Oproom Dinas Kesehatan Kaltim, Jalan Wahab Syahranie, Samarinda, Kamis 18 Juni 2026, diikuti puluhan peserta dari berbagai instansi dan masyarakat umum. Selain membantu memenuhi stok darah, kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian terhadap pasien yang membutuhkan transfusi darah, termasuk penderita DBD dengan kondisi berat.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur, Jaya Mualimin, mengatakan setiap kantong darah yang berhasil dikumpulkan memiliki arti penting bagi keselamatan pasien. Menurutnya, kebutuhan darah masih menjadi salah satu faktor penting dalam penanganan berbagai kasus medis, termasuk komplikasi DBD.
"Setiap kantong darah yang disumbangkan hari ini menjadi harapan bagi kesembuhan dan keberlangsungan hidup pasien yang membutuhkan," katanya.
Jaya menjelaskan kasus DBD masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di berbagai daerah, termasuk Kalimantan Timur. Meski berbagai program pencegahan terus dilakukan, risiko terjadinya kasus berat yang memerlukan transfusi darah tetap harus diantisipasi melalui ketersediaan stok darah yang memadai.
Karena itu, peringatan ASEAN Dengue Day tahun ini tidak hanya berfokus pada edukasi pemberantasan sarang nyamuk dan perilaku hidup bersih, tetapi juga mendorong partisipasi masyarakat dalam kegiatan kemanusiaan seperti donor darah.
Sementara itu, Jabatan Fungsional Entomolog Kesehatan Ahli Madya Dinas Kesehatan Kaltim, Poppy Kusuma, mengatakan hingga kegiatan berlangsung tercatat sekitar 58 orang mendaftarkan diri sebagai pendonor. Dari jumlah tersebut, 33 orang berhasil mendonorkan darah setelah melalui tahapan pemeriksaan kesehatan.
"Seluruh calon pendonor harus melalui skrining kesehatan yang dilakukan PMI untuk memastikan keamanan pendonor maupun kualitas darah yang dihasilkan," ujarnya.
Menurut Poppy, tidak semua peserta yang mendaftar dapat langsung mendonorkan darah karena harus memenuhi sejumlah persyaratan kesehatan, seperti kadar hemoglobin, tekanan darah, usia, dan kondisi fisik secara umum. Selain donor darah, Dinas Kesehatan Kaltim juga menggelar podcast kesehatan bertema Kita Harus Ambil Peran untuk Cegah DBD sebagai bagian dari kampanye peningkatan kesadaran masyarakat terhadap bahaya penyakit tersebut.
Melalui rangkaian kegiatan ASEAN Dengue Day 2026, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur berharap kesadaran masyarakat terhadap pencegahan DBD semakin meningkat. Di sisi lain, ketersediaan stok darah diharapkan tetap terjaga sehingga pelayanan kesehatan bagi pasien yang membutuhkan dapat berjalan optimal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....