Trik Lindungi Mata dari Dampak Buruk Paparan Layar Gadget Setiap Hari
- 08 Apr 2026 12:26 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Paparan layar digital dalam durasi yang sangat lama setiap harinya dapat menyebabkan mata mengalami kelelahan kronis atau computer vision syndrome. Keluhan seperti mata kering, perih, hingga sakit kepala kini semakin sering dirasakan oleh para pekerja kantoran dan pelajar.
Sesuai anjuran Kementerian Kesehatan RI, sangat penting untuk menerapkan aturan 20-20-20 sebagai langkah pencegahan gangguan penglihatan secara dini. Setiap 20 menit menatap layar, alihkan pandangan ke objek sejauh 20 kaki selama 20 detik untuk merelaksasi otot mata.
Atur tingkat kecerahan layar gawai Anda agar tidak terlalu kontras dengan pencahayaan ruangan di sekitar tempat Anda bekerja saat itu. Penggunaan fitur filter cahaya biru atau eye comfort mode juga sangat disarankan untuk mengurangi beban cahaya yang masuk ke retina mata.
Posisi monitor sebaiknya berada sekitar 50 hingga 70 sentimeter dari wajah dengan sudut pandang yang sedikit lebih rendah dari tinggi mata. Pengaturan ergonomis ini akan membantu mengurangi ketegangan pada otot leher sekaligus menjaga kenyamanan bola mata selama proses bekerja berlangsung.
Perbanyak konsumsi makanan yang kaya akan vitamin A dan omega-3 seperti wortel, ikan, dan kacang-kacangan untuk menutrisi mata dari dalam. Nutrisi yang tepat akan menjaga kelembapan alami mata dan memperkuat kemampuan fokus penglihatan saat harus bekerja di depan monitor.
Sering-seringlah berkedip secara sadar untuk membasahi permukaan mata agar tidak terasa perih akibat udara kering dari pendingin ruangan di kantor. Jika mata terasa sangat lelah, gunakan kompres air hangat selama beberapa menit untuk membantu melancarkan sirkulasi darah di area kelopak mata.
Data dari GERMAS menunjukkan bahwa kesehatan mata merupakan aset penting untuk produktivitas yang harus dijaga dengan kebiasaan yang sederhana namun rutin. Mari lakukan pemeriksaan mata ke dokter spesialis setidaknya setahun sekali guna mendeteksi potensi gangguan penglihatan lebih awal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....