Pasien Campak Anak Dirawat, RS Hermina Imbau Vaksinasi

  • 18 Mar 2026 08:50 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Rumah Sakit Hermina Samarinda mencatat adanya pasien anak yang dirawat akibat penyakit campak dalam beberapa waktu terakhir. Meski demikian, sebagian besar pasien telah dinyatakan pulih dan diperbolehkan pulang.

Direktur RS Hermina Samarinda, dr. Gati Kusumo Budiani, mengatakan dalam periode terakhir terdapat sekitar sembilan hingga belasan pasien anak yang sempat menjalani perawatan karena campak. Kondisi tersebut menunjukkan masih adanya penularan penyakit di masyarakat, khususnya pada kelompok anak.

“Sekitar sembilan sampai sepuluh pasien anak sempat dirawat karena campak, tetapi sebagian sudah pulang,” ujarnya, Senin 16 Maret 2026.

Ia menjelaskan lama perawatan pasien campak umumnya berkisar antara tiga hingga lima hari, tergantung kondisi masing-masing pasien. Perawatan dapat berlangsung lebih lama apabila muncul komplikasi atau penyulit.

“Kalau tidak ada penyulit, biasanya dirawat tiga sampai lima hari. Penyulit yang dimaksud misalnya terjadi pneumonia yang menyebabkan sesak napas,” ucapnya.

Meski terdapat kasus perawatan, hingga saat ini belum ada pasien yang membutuhkan penanganan di ruang intensif pediatrik atau Pediatric Intensive Care Unit (PICU). Hal ini menunjukkan sebagian besar kasus masih dapat ditangani dengan perawatan standar.

“Sejauh ini belum ada yang sampai membutuhkan perawatan intensif,” katanya.

Selain itu, pihak rumah sakit juga memastikan tidak ada kasus kematian akibat campak dari pasien yang dirawat di fasilitas tersebut. Kondisi ini menjadi indikator bahwa penanganan medis berjalan dengan baik.

Namun demikian, masyarakat tetap diingatkan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit campak. Terlebih, penyakit ini memiliki tingkat penularan yang tinggi dan dapat menyebar melalui udara.

Menurut Gati, satu penderita campak dapat menularkan virus kepada sekitar 10 hingga 12 orang lainnya. Penularan yang cepat ini menjadi perhatian khusus, terutama menjelang momen Lebaran yang identik dengan aktivitas berkumpul.

“Penularannya sangat cepat karena virus ini menyebar melalui udara,” ujarnya.

Ia mengimbau masyarakat, khususnya orang tua, agar memastikan anak telah mendapatkan vaksinasi campak sebagai langkah pencegahan utama. Vaksinasi dinilai efektif dalam membentuk kekebalan tubuh anak terhadap virus campak.

“Jangan lupa vaksinasi karena itu salah satu cara memberikan kekebalan pada anak supaya terhindar dari campak,” katanya.

Menjelang Hari Raya Idulfitri, masyarakat juga diminta lebih waspada terhadap potensi penularan saat kegiatan silaturahmi dan pertemuan keluarga. Upaya pencegahan melalui vaksinasi dan menjaga kesehatan menjadi kunci untuk menekan penyebaran penyakit.

“Pastikan anak sudah mendapatkan vaksin campak MR atau MMR agar terlindungi dari penyakit tersebut,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....