MSG Berlebih Bisa Picu Obesitas
- 01 Jun 2026 12:07 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Meski dinyatakan aman untuk dikonsumsi, penggunaan MSG atau micin tetap perlu diperhatikan jumlahnya. Dokter Spesialis Gizi Rumah Sakit Hermina Samarinda, Benecdita Afianti, mengingatkan bahwa konsumsi berlebihan dapat berdampak pada pola makan dan kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Menurut Benecdita, MSG berfungsi meningkatkan rasa umami atau rasa gurih yang dikenal sebagai rasa kelima setelah manis, asin, asam, dan pahit. Sensasi gurih tersebut membuat makanan terasa lebih nikmat sehingga berpotensi meningkatkan nafsu makan.
“Kalau makanan terasa lebih gurih, ada kecenderungan seseorang makan lebih banyak. Kalau asupan kalorinya meningkat dan tidak diimbangi aktivitas fisik yang cukup, maka bisa menyebabkan kegemukan atau obesitas,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa obesitas merupakan faktor risiko berbagai penyakit tidak menular. Mulai dari hipertensi, kolesterol tinggi, diabetes melitus, hingga gangguan ginjal dapat muncul sebagai komplikasi dari kelebihan berat badan yang berlangsung dalam jangka panjang.
Meski demikian, Benecdita menegaskan bahwa risiko tersebut tidak semata-mata berasal dari MSG. Kandungan natrium dalam MSG justru lebih rendah dibandingkan garam dapur, yakni sekitar sepertiga dari kadar natrium yang terdapat pada garam biasa.
“MSG memang mengandung natrium, tetapi kadarnya hanya sekitar sepertiga dari garam dapur. Jadi untuk mencapai dosis natrium yang sangat tinggi dari MSG saja sebenarnya cukup sulit,” katanya.
Ia menyebutkan dosis yang diperkenankan untuk orang dewasa sekitar 30 miligram per kilogram berat badan per hari, sedangkan untuk anak-anak sekitar 10 miligram per kilogram berat badan. Sejumlah penelitian juga menunjukkan penggunaan MSG dalam makanan umumnya berada pada kisaran yang masih aman.
Menurut Benecdita, masyarakat tidak perlu terlalu khawatir jika sesekali mengonsumsi makanan dengan kandungan MSG lebih banyak. Yang lebih penting adalah memperhatikan pola makan secara keseluruhan dan tidak berlebihan dalam mengonsumsi bahan pangan tertentu.
“Kalau sekali-sekali berlebihan tidak masalah. Yang lebih perlu diwaspadai justru konsumsi gula, garam, lemak, dan minyak berlebih, serta berbagai zat aditif lain yang memang berpotensi merugikan kesehatan,” katanya, mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....