Anak Bisa Terkena Flu Singapura Lebih dari Sekali
- 12 Jun 2026 06:10 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Penyakit Hand, Foot and Mouth Disease (HFMD) atau Flu Singapura ditandai dengan munculnya ruam atau lesi kemerahan pada tangan, kaki, dan area sekitar mulut. Penyakit ini juga sering menyebabkan sariawan bergerombol di dalam rongga mulut yang membuat anak rewel, sulit makan, dan berisiko mengalami dehidrasi.
Masih banyak orang tua yang beranggapan bahwa anak yang pernah terkena HFMD akan kebal dan tidak dapat terinfeksi kembali. Namun, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar.
Dokter Spesialis Anak RS SMC Samarinda, dr. Joko Purnomo Heroanto, menjelaskan bahwa HFMD dapat menyerang anak lebih dari satu kali karena penyakit ini disebabkan oleh beberapa jenis virus yang berbeda, terutama Coxsackievirus A16 dan Enterovirus 71 (EV71).
“Kalau anak pertama kali terkena tipe A, beberapa waktu ke depan masih bisa terinfeksi tipe virus yang lain,” kata dr. Joko pada Kamis 11 Juni 2026.
Menurutnya, sebagai penyakit yang disebabkan oleh virus, HFMD tidak memiliki obat khusus yang dapat membunuh virus penyebabnya. Penanganan yang diberikan umumnya bertujuan untuk meredakan gejala yang dialami pasien.
“HFMD merupakan self-limiting disease, artinya dapat sembuh dengan sendirinya jika daya tahan tubuh anak bekerja dengan baik. Pengobatannya lebih bersifat simptomatik atau mengurangi gejala,” ujarnya.
Ia menjelaskan, anak yang mengalami demam dapat diberikan obat penurun panas, sedangkan keluhan nyeri dapat diatasi dengan pereda nyeri sesuai anjuran tenaga medis. Namun, hal terpenting selama masa pemulihan adalah memastikan kebutuhan cairan dan nutrisi anak tetap terpenuhi.
“Kalau anak demam diberikan penurun panas. Kalau nyeri diberikan pereda nyeri. Yang paling penting adalah memastikan keperluan cairan dan nutrisinya tetap tercukupi,” katanya.
Dengan sistem kekebalan tubuh yang baik, gejala HFMD umumnya akan membaik dan hilang dalam waktu lima hingga tujuh hari. Meski demikian, orang tua tetap perlu memantau kondisi anak, terutama apabila terjadi penurunan asupan cairan akibat nyeri saat menelan.
Karena memiliki tingkat penularan yang tinggi, dr. Joko mengimbau agar anak yang sedang mengalami HFMD beristirahat di rumah dan menghindari kontak dengan anak-anak lain hingga benar-benar pulih.
Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah penyebaran virus, terutama di lingkungan kelompok bermain, tempat penitipan anak, dan sekolah usia dini yang rentan menjadi lokasi penularan HFMD.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....