Sejarah Hari Keterampilan Pemuda Sedunia
- 15 Jul 2026 07:52 WIB
- Singaraja
Poin Utama
- World Youth Skills Day diperingati setiap 15 Juli sejak 2015 atas deklarasi PBB pada 2014 untuk mengatasi tingginya angka pengangguran pemuda global.
- Peringatan ini mendorong penguatan sistem pendidikan dan pelatihan teknis vokasional (TVET) untuk membuka akses langsung ke dunia kerja dan kewirausahaan.
- Di era Revolusi Industri Keempat dengan dominasi kecerdasan buatan (AI), TVET harus berevolusi untuk membekali generasi muda dengan keterampilan digital yang relevan dan siap menghadapi masa depan.
RRI.CO.ID, Singaraja - Tanggal 15 Juli setuap tahunnya diperingati sebagai World Youth Skills Day atau Hari Keterampilan Pemuda Sedunia. Peringatan ini pertama kali dideklarasikan oleh Majelis Umum Persatuan Bangsa Bangsa (PBB) pada tahun 2014.
Peringatan ini diinisiasi akibat tingginya angka pengangguran pemuda secara global. Pada Desember 2014 Majelis Umum PBB secara resmi mengadopsi resolusi nomor A/RES/69/145 yang menetapkan tanggal 15 Juli sebagai hari peringatan ini atas usulan negara berkembang.
| Baca juga: Hari Zoonosis Sedunia, Ini Latar Belakangnya |
Hari Keterampilan Pemuda Sedunia dirayakan untuk pertama kalinya pada secara global pada 15 Juli 2015. Peringatan ini mendorong penguatan sistem Pendidikan dan Pelatihan Teknis dan Vokasional (Technical and Vocational Education and Training) untuk membuka akses langsung ke dunia kerja.
Merujuk situs resminya, PBB mendeklarasikan Hari Keterampilan Pemuda Sedunia untuk merayakan pentingnya strategis membekali kaum muda dengan keterampilan untuk pekerjaan, pekerjaan layak, dan kewirausahaan. Sejak dideklarasikan, perayaan tahunan ini telah memberikan kesempatan unik untuk berdialog antara kaum muda, lembaga pendidikan dan pelatihan teknik dan vokasi (TVET), perusahaan, organisasi pengusaha dan pekerja, pembuat kebijakan, dan mitra pembangunan.
| Baca juga: Sejarah Peringatan Hari Zoonosis Sedunia |
Seiring Revolusi Industri Keempat yang membentuk kembali perekonomian melalui kecerdasan buatan (AI), TVET harus berevolusi untuk membekali generasi muda dengan keterampilan yang siap menghadapi masa depan. AI memang mengubah cara hidup, belajar dan bekerja masyarakat dunia, tetapi juga menimbulkan risiko serius jika tidak diterapkan secara adil.
Melalui peringatan Hari Keterampilan Pemuda Sedunia, masyarakat dunia diajak untuk bersama-sama mengakui kekuatan generasi muda sebagai penggerak perubahan dan berkomitmen untuk membekali mereka dengan keterampilan digital. Hal ini bertujuan untuk mengatasi tantangan saat ini dan membentuk masa depan yang lebih damai, inklusif, dan berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....