Muhasabah Diri Ditengah Kesibukan Dunia

  • 13 Jul 2026 15:18 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong – Kesibukan aktivitas sehari-hari sering kali membuat seseorang terlena dengan urusan dunia hingga melupakan pentingnya melakukan muhasabah atau introspeksi diri sebagai bekal memperbaiki kualitas hidup. Dalam ajaran Islam, muhasabah menjadi sarana untuk mengevaluasi perjalanan kehidupan, memperkuat keimanan, serta memanfaatkan setiap waktu yang diberikan Allah SWT dengan sebaik-baiknya demi meraih keberkahan dunia dan akhirat.

Penyuluh Agama Islam Kecamatan Kembayan, Bambang, dalam Obrolan program Mutiara Pagi Islam di RRI Sanggau, Senin 13 Juli 2026 mengatakan setiap Muslim perlu meluangkan waktu untuk menghitung kembali perjalanan hidupnya agar dapat mengetahui sejauh mana ibadah, akhlak, dan amal saleh yang telah dilakukan selama ini. Menurutnya, kesadaran untuk terus memperbaiki diri akan membantu seseorang menjalani kehidupan dengan lebih bijaksana, penuh rasa syukur, serta memiliki tujuan hidup yang lebih bermakna.

“Menghitung hari dan menabung arti kehidupan merupakan bentuk muhasabah atau introspeksi diri yang mengingatkan setiap Muslim bahwa waktu adalah amanah yang harus dimanfaatkan untuk memperbanyak amal saleh di tengah kesibukan dunia,” ungkap Bambang.

Ia menjelaskan bahwa waktu merupakan nikmat yang sangat berharga dan tidak akan pernah kembali sehingga harus dimanfaatkan untuk melakukan berbagai kebaikan yang bernilai ibadah. Kesibukan bekerja, belajar, maupun menjalankan aktivitas lainnya hendaknya tidak menjadi alasan untuk mengabaikan kewajiban kepada Allah SWT maupun kepedulian terhadap sesama.

Menurutnya, muhasabah juga menjadi kesempatan bagi setiap Muslim untuk memperbaiki kekurangan, meningkatkan kualitas ibadah, serta memperkuat akhlak dalam kehidupan sehari-hari agar semakin dekat dengan Allah SWT. Dengan membiasakan diri mengevaluasi setiap langkah yang telah dilakukan, seseorang akan lebih mudah menghindari kesalahan dan terus termotivasi menjadi pribadi yang lebih baik dari waktu ke waktu.

Ia menyampaikan bahwa kehidupan yang penuh makna bukan hanya diukur dari keberhasilan duniawi, tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang diberikan kepada orang lain serta seberapa banyak amal saleh yang dipersiapkan sebagai bekal menuju kehidupan akhirat. Oleh karena itu, muhasabah menjadi bagian penting dalam membentuk pribadi yang rendah hati, bertanggung jawab, serta istiqamah dalam menjalankan ajaran Islam.

“Dengan meluangkan waktu untuk mengevaluasi diri, memperbaiki ibadah, dan meningkatkan akhlak, seseorang akan lebih siap menjalani kehidupan dengan penuh makna serta mempersiapkan bekal menuju akhirat,” katanya.

Bambang berharap masyarakat senantiasa menjadikan muhasabah sebagai kebiasaan dalam menjalani kehidupan di tengah berbagai kesibukan dan tantangan zaman yang terus berkembang. Dengan memanfaatkan waktu secara bijaksana, memperbanyak amal saleh, serta terus memperbaiki diri, diharapkan lahir pribadi-pribadi yang beriman, berakhlak mulia, serta mampu memberikan manfaat bagi keluarga, masyarakat, dan lingkungan sekitarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....