Kampung Literasi Kaliurang Siapkan Generasi Emas Jember
- 23 Jun 2026 11:16 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember - Upaya memperkuat budaya literasi sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia terus dilakukan di Kabupaten Jember. Salah satunya melalui peluncuran Kampung Literasi Kaliurang di Kelurahan Tegalgede yang digagas melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, akademisi, dan komunitas literasi. Program tersebut menjadi pembahasan dalam dialog Jember Menyapa RRI Jember, Kamis 18 Juni 2026.
Kampung Literasi Kaliurang diharapkan menjadi ruang pembelajaran nonformal yang mampu meningkatkan kemampuan literasi masyarakat sekaligus mendukung terwujudnya Generasi Emas Indonesia.
Pusakawan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispustip) Kabupaten Jember, Fathurrohman, mengatakan tingkat literasi masyarakat masih menjadi tantangan yang harus mendapat perhatian bersama. Berdasarkan data yang dimiliki, Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Kabupaten Jember saat ini berada pada angka 55,45 persen.
Menurutnya, berbagai upaya terus dilakukan untuk meningkatkan minat baca dan budaya belajar masyarakat, salah satunya melalui program Buku Bergulir (Bulir) yang menjangkau wilayah-wilayah perbatasan hingga ruang publik.
“Kami menerapkan strategi jemput bola agar akses terhadap bahan bacaan semakin luas. Literasi harus dipandang sebagai modal penting dalam mendorong kemajuan ekonomi maupun sosial masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Tim Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Jember (UNEJ), Millatuz Zahroh, menjelaskan Kampung Literasi Kaliurang mengadopsi konsep literasi yang lebih luas dan komprehensif. Literasi tidak lagi hanya dimaknai sebagai kemampuan membaca dan menulis, melainkan mencakup enam aspek penting.
“Literasi dasar meliputi literasi baca tulis, sains, numerasi, finansial, digital, serta sosial budaya. Seluruh aspek tersebut menjadi bekal penting dalam menghadapi tantangan zaman,” kata Millatuz.
Ia menambahkan, program tersebut mendapat dukungan hibah dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi dan direncanakan mulai menjalankan kelas tatap muka perdana pada 29 Juni 2026.
Ketua Kampung Literasi Kaliurang, Prita Hendriana W., mengatakan sasaran utama program ini adalah kalangan remaja, khususnya siswa SMP dan SMA. Momentum libur sekolah dimanfaatkan untuk menghadirkan berbagai kelas keterampilan yang aplikatif dan relevan dengan kebutuhan generasi muda.
Tercatat terdapat sembilan program pembelajaran yang disiapkan, mulai dari fotografi jurnalistik, pengelolaan sampah organik dan anorganik, literasi keuangan, hingga pelatihan kewirausahaan seperti barista kopi.
“Kami ingin menghadirkan literasi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari sehingga peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga keterampilan yang bisa dimanfaatkan di masa depan,” ujar Prita.
Dukungan terhadap program tersebut juga datang dari Pemerintah Kelurahan Tegalgede. Lurah Tegalgede, Shierley Aisyah, menilai Kampung Literasi Kaliurang dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus membentengi masyarakat dari penyebaran informasi hoaks di era digital.
Menurutnya, meski program ini berjalan secara swadaya tanpa dukungan anggaran khusus dari kelurahan, pihaknya siap memberikan dukungan berupa fasilitasi tempat kegiatan serta mobilisasi peserta dari masyarakat sekitar.
“Kami berharap Kampung Literasi Kaliurang dapat menjadi pusat pembelajaran masyarakat dan melahirkan generasi muda yang kritis, kreatif, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan informasi,” katanya.
Melalui kolaborasi berbagai pihak tersebut, Kampung Literasi Kaliurang diharapkan menjadi model pengembangan literasi masyarakat yang berkelanjutan serta mampu menciptakan generasi muda yang siap menghadapi tantangan masa depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....