Pelajar MAN 2 Jember Lolos OPSI Nasional lewat Riset Kecemasan Sosial Remaja

  • 09 Jun 2026 12:54 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember - Pelajar MAN 2 Jember, Fatan dan Milun, memaparkan penelitian dengan mengangkat isu kecemasan sosial remaja yang mengantarkan mereka lolos tahap proposal Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) tingkat nasional, dalam program SKENA (Siaran Edukasi Anak Muda) di Sore Ceria Pro 2 RRI Jember, pada Senin, 8 Juni 2026.

Dalam penelitian tersebut, keduanya mengkaji efektivitas expressive writing atau menulis ekspresif untuk meningkatkan personal growth pada remaja yang mengalami social anxiety disorder atau gangguan kecemasan sosial.

Milun menjelaskan penelitian tersebut berangkat dari fenomena masih banyaknya pelajar yang mengalami kesulitan berinteraksi sosial, menyampaikan pendapat, maupun beradaptasi dalam lingkungan sekolah akibat kecemasan sosial yang mereka alami.

Melalui metode expressive writing, para peserta penelitian diajak menuangkan pikiran, perasaan, dan pengalaman pribadi secara tertulis sebagai salah satu bentuk pengelolaan emosi dan pengembangan diri.

Saat ini, penelitian tersebut telah memasuki tahap pelaksanaan di lapangan dengan melibatkan siswa sebagai sampel penelitian di lingkungan MAN 2 Jember.

Milun mengatakan penelitian itu diharapkan dapat memberikan alternatif pendekatan yang sederhana dan mudah diterapkan untuk membantu remaja mengembangkan kepercayaan diri serta kemampuan beradaptasi secara sosial.

Selain aktif dalam penelitian, Milun juga memiliki ketertarikan pada bidang literasi, khususnya sejarah dan mitologi. Ia juga aktif dalam kegiatan keagamaan dan pernah mengikuti lomba Bahasa Arab tingkat provinsi.

Sementara itu, Fatan yang menjadi rekan satu tim dalam penelitian tersebut menilai isu kesehatan mental remaja perlu mendapatkan perhatian lebih karena berkaitan dengan perkembangan karakter dan potensi generasi muda. Keduanya juga membagikan pesan kepada para pelajar agar tidak ragu mencoba hal-hal baru.

"Jangan takut untuk memulai sesuatu sejak dini dan bertanggung jawablah terhadap pilihan yang sudah diambil sampai selesai," ujar Milun.

Fatan menambahkan bahwa kegagalan bukan alasan untuk berhenti berkembang.

"Jangan takut kalah ketika mengikuti perlombaan. Setiap proses akan memberikan pengalaman dan pelajaran yang berharga," katanya.

Melalui penelitian tersebut, keduanya berharap dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan kesehatan mental remaja sekaligus mendorong pelajar untuk lebih aktif melakukan riset terhadap persoalan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....