Fatan Raih Medali Perak Internasional lewat Riset Mlijo Ibu Lansia di Jember

  • 09 Jun 2026 12:31 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember - Pelajar MAN 2 Jember, Fatan, berhasil meraih Silver Medal dalam ajang International Young Muslim Inventor Award (IYMIA) melalui penelitian yang mengangkat ketangguhan ekonomi dan spiritual para ibu lansia penjual sayur keliling di Kabupaten Jember.

Prestasi tersebut diraih bersama tim yang beranggotakan lima orang dalam kompetisi internasional yang diikuti peserta dari berbagai negara. Penelitian mereka berfokus pada kehidupan para mlijo atau penjual sayur keliling di kawasan Bintoro, Banjar Sengon, Jember.

Fatan menjelaskan penelitian tersebut berupaya mengkaji bagaimana para ibu lansia tetap mampu bertahan secara ekonomi sekaligus menjaga spiritualitas kerja di tengah berbagai keterbatasan usia dan kondisi hidup.

Menurutnya, para penjual sayur keliling yang menjadi objek penelitian menunjukkan semangat kerja dan daya juang yang tinggi meskipun menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Salah satu pengalaman yang paling membekas selama proses penelitian adalah ketika dirinya mewawancarai seorang penjual sayur berusia 95 tahun yang masih bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

"Pengalaman yang paling berkesan saat penelitian adalah ketika mewawancarai seorang mlijo berusia 95 tahun yang hidup seorang diri dan masih berjualan sayur keliling," kata Fatan dalam program SKENA (Siaran Edukasi Anak Muda) di RRI Pro 2 Jember, pada Senin, 8 Juni 2026.

Selain aktif di bidang karya tulis ilmiah, Fatan juga menaruh minat besar pada dunia literasi. Ketertarikannya mulai tumbuh sejak duduk di bangku MTs ketika mendapat dorongan dari guru untuk menulis esai. Hingga kini, ia juga aktif menulis cerpen dan mengikuti berbagai kompetisi akademik, termasuk Olimpiade Sains Nasional bidang Geografi.

Fatan berharap generasi muda dapat meningkatkan kemampuan literasi agar lebih kritis dalam menyaring informasi yang beredar di media sosial.

"Jangan takut kalah ketika mencoba mengikuti perlombaan. Yang terpenting adalah berani memulai dan terus belajar dari setiap proses yang dijalani," ujarnya.

Menurut Fatan, kemampuan literasi yang baik dapat membantu generasi muda memahami berbagai persoalan sosial secara lebih mendalam sekaligus menghindari penyebaran informasi yang tidak benar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....