Cinta kepada Allah Jadikan Ibadah Sebagai Kebutuhan, Bukan Sekadar Kewajiban

  • 12 Jul 2026 14:25 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Ketaatan dalam beribadah akan terasa lebih ringan dan penuh makna apabila dilandasi rasa cinta kepada Allah SWT. Cinta yang tumbuh dalam hati seorang hamba menjadi kekuatan yang mendorong seseorang untuk menjalankan setiap perintah-Nya dengan penuh keikhlasan, bukan semata karena kewajiban atau rasa takut.

Hal tersebut disampaikan Ustaz H. Muhammad Alwan dari Lembaga Pembinaan dan Pemberdayaan Mualaf MUI Kalimantan Timur dalam program tausiyah Mutiara Pagi Pro 1 RRI Samarinda bertema Cinta dalam Ketaatan Beribadah. Menurutnya, cinta kepada Allah merupakan inti dari seluruh ibadah yang dilakukan seorang mukmin.

Ia menjelaskan, ibadah yang didasari cinta akan menghadirkan ketenangan dan kenikmatan dalam menjalankannya. Ketika seseorang mencintai Allah melebihi segala sesuatu, maka setiap bentuk ketaatan tidak lagi dipandang sebagai beban, melainkan menjadi kebutuhan rohani yang harus dipenuhi setiap hari.

"Cinta kepada Allah adalah inti dari setiap tindakan ibadah. Ketika cinta tumbuh dalam hati, ketaatan akan terasa manis dan kesulitan apa pun menjadi ringan. Ibadah tidak lagi sekadar kewajiban, tetapi menjadi kebutuhan," ujar Ustaz H. Muhammad Alwan.

Dalam tausiyahnya, ia mengutip firman Allah Swt dalam Surah Al-Baqarah ayat 165 yang menegaskan bahwa orang-orang beriman memiliki kecintaan kepada Allah yang jauh lebih besar dibandingkan kecintaan kepada apa pun di dunia. Menurutnya, manusia memang diperbolehkan mencintai keluarga, harta, maupun jabatan, tetapi kecintaan tersebut tidak boleh melebihi cinta kepada Sang Pencipta.

Ustaz Alwan juga menguraikan tiga tingkatan cinta. Pertama adalah cinta yang rendah, yakni cinta yang mendorong seseorang melakukan perbuatan yang bertentangan dengan syariat. Kedua, cinta yang wajar atau pertengahan, yaitu kecintaan terhadap berbagai nikmat dunia yang tetap berada dalam koridor agama. Sementara tingkatan tertinggi adalah cinta yang sepenuhnya memprioritaskan Allah Swt di atas segala-galanya.

Selain tingkatan cinta, ia menjelaskan empat tahapan seseorang dalam beribadah. Tahap pertama adalah beribadah karena terpaksa atau dipaksa sebagai proses pembelajaran. Tahap kedua, beribadah karena menyadari adanya kewajiban agama. Tahap ketiga, ibadah dilakukan karena telah menjadi kebutuhan spiritual. Adapun tingkatan tertinggi ialah beribadah semata-mata karena rasa cinta kepada Allah Swt.

Menurutnya, setiap manusia diciptakan dengan fitrah untuk mengenal dan mendekat kepada Allah. Oleh karena itu, kebutuhan rohani harus dipenuhi melalui ibadah, sebagaimana tubuh membutuhkan makanan. Jika kebutuhan spiritual diabaikan, maka hati akan mudah gelisah meskipun seseorang memiliki berbagai kenikmatan dunia.

Dialog interaktif juga diwarnai pertanyaan pendengar mengenai pentingnya memperbanyak ibadah di usia senja, keseimbangan antara urusan dunia dan akhirat, serta cara menjaga keistiqamahan dalam mencintai Allah. Menanggapi hal tersebut, Ustaz Alwan menegaskan bahwa manusia tetap memiliki tanggung jawab terhadap kehidupan dunia, namun seluruh aktivitas harus diarahkan sebagai bentuk pengabdian kepada Allah.

"Inti ajaran Islam adalah selalu mengingat Allah dan senantiasa bersyukur kepada-Nya. Kalau seseorang mengaku beragama tetapi tidak terbiasa mengingat Allah dan bersyukur atas nikmat-Nya, maka nilai spiritual dalam dirinya akan mengalami kekeringan," ucapnya.

Ia menambahkan bahwa seluruh harta, jabatan, keluarga, maupun berbagai kenikmatan yang dimiliki manusia pada hakikatnya hanyalah titipan Allah Swt. Karena itu, setiap nikmat harus disyukuri dan dimanfaatkan sesuai tuntunan agama agar menjadi jalan mendekatkan diri kepada-Nya, bukan sebaliknya.

Dalam tausiyah tersebut, masyarakat diajak menjadikan cinta kepada Allah sebagai fondasi utama dalam kehidupan. Dengan menumbuhkan rasa cinta kepada Sang Pencipta, ibadah akan dilakukan dengan penuh keikhlasan, hati menjadi lebih tenteram, dan setiap aktivitas kehidupan dapat bernilai ibadah sebagai bekal menuju kebahagiaan di dunia maupun akhirat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....