Oleh-Oleh Haji dan Umroh Tidak Hanya Benda, Tetapi Juga Perubahan Akhlak

  • 05 Jun 2026 16:58 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Oleh-oleh haji dan umroh selama ini identik dengan berbagai barang khas Tanah Suci seperti air zamzam, kurma, tasbih, maupun siwak. Namun, menurut Ustaz Alfiannor, S.H.I., oleh-oleh yang paling berharga dari perjalanan ibadah tersebut justru terletak pada perubahan sikap dan perilaku seseorang setelah kembali ke tanah air.

Dalam program Tausiyah Mutiara Pagi RRI Samarinda, Ustaz Alfiannor menjelaskan bahwa tema “Oleh-Oleh Haji dan Umroh” sengaja diangkat untuk mengobati kerinduan umat Islam terhadap Makkah dan Madinah. Selain itu, tema tersebut menjadi pengingat bahwa nilai utama ibadah haji dan umroh tidak hanya diwujudkan dalam bentuk cendera mata, tetapi juga dalam peningkatan kualitas ibadah dan akhlak.

Ia menuturkan bahwa seseorang yang telah menunaikan haji atau umroh semestinya membawa perubahan positif dalam kehidupannya. Rajin melaksanakan salat berjamaah, meningkatkan ibadah puasa, memperbanyak sedekah, serta aktif membantu sesama merupakan bentuk oleh-oleh spiritual yang jauh lebih bernilai dibandingkan barang yang dibawa dari Tanah Suci.

“Hadiah haji dan umroh yang paling utama adalah perubahan perilaku menjadi lebih baik. Yang dulunya lalai salat menjadi rajin ke masjid, yang jarang bersedekah menjadi gemar berbagi kepada sesama,” ujar Ustaz Alfiannor.

Selain perubahan akhlak, ia juga membahas beberapa oleh-oleh fisik yang lazim dibawa jamaah dari Arab Saudi. Salah satunya adalah siwak yang memiliki banyak keutamaan dalam ajaran Islam. Siwak merupakan alat pembersih mulut yang disunnahkan Rasulullah SAW dan dapat digunakan sebelum salat, membaca Al-Qur’an, berwudu, maupun ketika bangun tidur.

Menurutnya, penggunaan siwak tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan mulut dan gigi, tetapi juga bernilai ibadah. Bahkan dalam sejumlah hadis disebutkan bahwa siwak menjadi salah satu amalan yang mendatangkan keridaan Allah SWT dan menambah keutamaan dalam beribadah.

Oleh-oleh lain yang banyak dicari masyarakat adalah air zamzam. Ustaz Alfiannor menjelaskan bahwa air zamzam memiliki keistimewaan tersendiri karena dapat diminum dengan berbagai niat dan harapan kebaikan. Meski jumlah yang dibawa jamaah sering terbatas, masyarakat tetap dapat memperolehnya melalui berbagai jalur distribusi yang tersedia.

Selain air zamzam, kurma juga menjadi buah tangan favorit dari Tanah Suci. Di antara berbagai jenis kurma, kurma ajwa atau kurma Nabi disebut memiliki keutamaan tersendiri. Dalam hadis disebutkan bahwa mengonsumsi tujuh butir kurma ajwa pada pagi hari dapat menjadi ikhtiar perlindungan dari gangguan racun dan sihir.

Pembahasan berikutnya menyoroti tasbih sebagai salah satu oleh-oleh yang sering dibawa jamaah haji dan umroh. Menurut Ustaz Alfiannor, penggunaan tasbih untuk membantu menghitung zikir diperbolehkan dalam Islam. Namun demikian, berzikir menggunakan jari-jari tangan tetap lebih utama karena kelak akan menjadi saksi atas amal ibadah seseorang di hadapan Allah SWT.

“Benda-benda seperti siwak, zamzam, kurma, dan tasbih hanyalah sarana pengingat. Yang paling penting adalah bagaimana sepulang dari haji dan umroh seseorang mampu mempertahankan semangat ibadah dan memperbaiki akhlaknya dalam kehidupan sehari-hari,” ucapnya.

Ustaz Alfiannor juga mengajak umat Islam untuk menjadikan setiap oleh-oleh dari Tanah Suci sebagai motivasi meningkatkan ketakwaan. Ia berharap kerinduan kepada Makkah dan Madinah tidak hanya diwujudkan dengan mengoleksi cendera mata, tetapi juga dengan menjaga kebiasaan baik yang diperoleh selama menjalankan ibadah haji maupun umroh.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....